48 Calon Jamaah Haji NTT di Surabaya, Belum Miliki Buku Pemeriksaan Kesehatan

- Reporter

Sabtu, 27 Agustus 2016 - 07:06

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Calon Jamaah Haji NTT saat berada di Kupang

Calon Jamaah Haji NTT saat berada di Kupang

Calon Jamaah Haji NTT saat berada di Kupang
Calon Jamaah Haji NTT saat berada di Kupang

Zonalinenews-Surabaya, Sebanyak 48 Calon Jamaah Haji Asal Propinsi NTT yang saat ini berada di Surabaya belum memiliki Buka  Pemeriksaan Kesahatan, padahal buku pemeriksan kesehatan bagi calon jamaah haji merupakan  hal  penting  yang harus  dimiliki para calon jamaah haji

Salah satau calon jamaah asal NTT yang  tidak ingin namanya di publikasikan  kepada zonalinenews via telepon pukul 13.00 WIB menjelaskan, sampai saat ini dirinya dan 47 Jamaah haji asal NTT belum memiliki Buku pemeriksaan kesehatan, padahal buku tersebut merupakan hal penting dan merupakan salah satu kelengkapan admintrasi bagi calon jamaah haji.

“ kok bisa kami berangkat sama –sama dengan puluhan jemaah haji dari NTT , saya dan  beberapa teman belum mendapatkan buku pemeriksaan kesehatan, seharusnya  buku tersebut telah kami  miliki  setelah tiba di Surabaya ,”tuturnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya,  Calon Jamaah NTT  sebelum  berangkat Surabaya check up lengkap    hasil pemeriksaan kesehatan nanti  akan menjadi sebuah Buku Kesehatan. Buku kesehatan,  saat mau masuk Bandara Embarkasi Surabaya, harus  di tandatangani dokter Bandara surabaya sabagai  pemeriksaan terakhir.

“ Nah,  kami sudah checkup semua di Kupang, tapi kerena  diduga ada masalah antara dokter dengan  kemenag  NTT , akhirnya hasil checkup mereka belum menjadi buku (buku dikeluarkan oleh dokter yang ditunjuk sebagai  wakil dari dinas kesehatan. Inilah yang menjadi  titik masalahnya sehingga  beberapa  calon jamaah Haji NTT belum mendapatkan Buku pemeriksaan kesehatan,” ucapanya.

Terkait persoalan ini Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Bimbingan Masyarakat Islam   Depang NTT , Drs. H. Syamsul Ma’arif  yang berada di I  Surabaya ketika di konfirmasi   via telpon  sms terkait 48  jamaah belum mnegantongi buka pemeriksaan kesehatan.   sabtu 27 Agustus 2016 pukul 11.34 Wta Via sms menjelaskan sementara dalam proses pengiriman oleh Dinas Kota .

Sementara berdasarkan rangkuman data zonalinenenws  dan juknis  bahwa  Pemeriksaan kesehatan calon jemaah haji (CJH) dapat dikelompokkan menjadi pemeriksaan pokok, pemeriksaan lanjut dan pemeriksaan khusus. Pemeriksaan pokok adalah pemeriksaan yang harus dilakukan pada semua CJH yang terdiri dari identitas, riwayat kesehatan, pemeriksaan fisik serta laboratorium darah, dan urin. Pemeriksaan lanjut yaitu bagi CJH wanita pasangan usia subur perlu dilakukan tes kehamilan.

 Bagi CJH berusia 40 tahun atau lebih dilakukan pemeriksaan rontgen thoraks, GDS, kolesterol LDL dan EKG. CJH yang berusia 60 tahun atau lebih dilakukan pemeriksaan fungsional Barthel Index. Dan bagi CJH pendamping dilakukan tes kebugaran. Pemeriksaan khusus yaitu pemeriksaan penunjang lain yang dilakukan sesuai indikasi medis dan rujukan.

Berdasarkan tahap pemeriksaan, pemeriksaan kesehatan haji dibagi 2 tahap yaitu tahap pertama dan tahap kedua. Tim pemeriksa kesehatan haji tahap pertama ditetapkan oleh dinas kesehatan propinsi. Tim pemeriksa kesehatan tahap pertama sekurang-kurangnya terdiri dari dokter pria dan wanita, perawat pria dan wanita, analis laboratorium kesehatan.

Dokter yang ditunjuk harus mempunyai SIP dan SK penunjukkan sebagai tim pemeriksa kesehatan serta memiliki kompetensi dalam pemeriksaan kesehatan dengan pendekatan manajemen risiko. Perawat yang ditunjuk harus mempunyai SK jabatan fungsional sebagai perawat dan SK penunjukan sebagai tim pemeriksa kesehatan dan memiliki kompetensi dalam memebantu pemeriksaan kesehatan dengan pendekatan maanjemen risiko. Analisis laboratorium kesehatan harus memenuhi persyaratan memiliki SK jabatan fungsional sebagai pranata laboratorium kesehatan dan SK penunjukkan sebagai tim pemeriksa kesehatan dan memiliki kompetensi dalam membantu pemeriksaan kesehatan dengan pendekatan manajemen risiko. Sedangkan tim pemeriksa kesehatan tahap kedua sekurang-kurangnya terdiri dari dokter pria atau wanita, perawat pria dan wanita, analis laboratorium kesehatan dan tenaga ahli rujukan yaitu dokter spesialis.

Bagi calon haji yang sehat dinyatakan sehat dalam buku kesehatan haji kemudian diberi surat pengantar sehat untuk membayar ONH di bank. Bagi calon haji sakit yang dapat diobati di puskesmas agar diusahakan sampai sembuh, setelah itu baru diberi surat pengantar bayar ONH. Calon haji sakit yang tidak dapat diatasi di puskesmas, dirujuk ke tim pengamanan kesehatan Dati. II dan untuk hal ini dokter puskesmas harus mencatat di KH1 (kolom keterangan). Calon haji yang menderita penyakit yang mutlak tidak boleh diberangkatkan.  (*tim)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Anggota DPRD Kota Kupang Terpilih Absalon Sine Jadi Tersangka Tipibank
KAI Daop 1 Jakarta Adakan Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual di Stasiun Jakarta Kota
Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak
Dukung UMKM Kaum Muda di Kota Kupang, Standard Chartered dan Plan Indonesia Gelar Business Meet Up Event
Pengembangan Jaringan Indosat di NTT Mengalami Peningkatan 3,7 Kali Lipat
Sebanyak 200 Warga Kurang Mampu di Kabupaten Flotim Dapat Bantuan Listrik Gratis Dari PLN NTT
KAI Commuter Terus Lakukan Inovasi Sistem Keamanan Bagi Penumpang
Melianus Atakay SST, MT Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1444 Hijriah
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juli 2024 - 17:48

Jonas Salean : Golkar – Hanura Sepakat Bangun Koalisi di Pilkada Kota Kupang

Kamis, 4 Juli 2024 - 18:14

Jefri Riwu Kore dan Lusia Adinda Resmi Kantongi SK dari PAN

Minggu, 30 Juni 2024 - 01:05

Lusia Adinda Lebu Raya Temui Tokoh Umat di Kelurahan Kolhua

Jumat, 28 Juni 2024 - 19:24

Pilkada Kota Kupang, Yeskiel Loudoe : PDI Perjuangan Siap Menangkan Jeriko dan Lusia Adinda

Sabtu, 22 Juni 2024 - 22:00

Bangun SDM dari Keluarga, Robert Fanggidae : Merancang Karakter Pemimpin Yang Jujur dan Anti Korupsi

Jumat, 21 Juni 2024 - 20:28

Kunjungi Kerabat di Kelurahan Penfui, Lusia Adinda Lebu Raya Serap Aspirasi Warga

Rabu, 19 Juni 2024 - 19:43

Idul Adha 1445 Hijriah, PW Persatuan Islam (PZU) NTT Sembelih 1 Ekor Sapi Kurban Mudhohi

Selasa, 18 Juni 2024 - 19:30

Majid Al – Alak Kota Kupang Sembelih 18 Ekor Sapi dan 13 Ekor Kambing Kurban

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi