oleh

Merasa Nama Baik Dicemarkan Rinto Djawa Lapor Polisi

ZONALINENEWS.COM – MENIA,- Salah seorang oknum wartawan yang bekerja di media ini, Rintho Djawa melaporkan sebuah akun Facebook dengan inisial EEYPD atas dugaan tindak pidana pencemaran nama baik melalui media sosial. Pasalnya Rinto yang belum lama ini menjadi korban penipuan oknum tak bertanggung-jawab melalui platform media sosial tik tok mentransfer sejumlah uang dengan nominal Rp. 10.002.000,- ke sebuah akun briva nomor 80777082159699297 melalui agen BRILiNk namun saat itu Rinto yang seperti terhipnotis tidak membawa uang cash sehingga transaksi tersebut sepenuhnya menggunakan uang agen BRILiNk dan setelah tersadar Rintho berjanji akan mengganti kerugian agen.

Alih – alih menunggu, agen BRILiNk tersebut justru langsung membuat laporan polisi atas dugaan penipuan yang dia tuduh dilakukan Rintho terhadapnya hingga memviralkan ke media sosial miliknya sehingga memanen berbagai komentar diantaranya akun Pelipus Libu Heo berkomentar

“Kasus penipuan susah kasi kembali uang. Palingan orang dipenjara 4 bulan. Kelihatan dari cerita ini. Yang pelaku sering masalah utang. Jangan ada maksud lain? Kalau boleh tau orang mana”. Tulisnya.

Selain itu akun Belin Azalea pun turut berkomentar dengan nada menjustifikasi “Sita Dy pung oto tu syg…sebagai jaminan…. Terlalu kuat putar balek….” Tulis Belin.

Atas hal tersebut Rintho merasa nama baiknya telah tercemar sedangkan dirinya telah berjanji akan mengembalikan uang tersebut dan tidak ada unsur untuk menyusahkan orang lain.

“Ama saya bersumpah Demi Nama Tuhan saya tidak ada sedikit pun niat untuk menipu atau menyusahkan dia (Agen-Red) karena waktu itu juga saya bilang akan kembalikan uang bahkan saya coba negosiasi bisa tidak dicicil tapi agen tidak mau sehingga saya sudah bayar cash dan saya lunasi uang itu bukan karena takut dia sudah lapor tapi memang saya tidak punya niat menipu” Ujar Rintho.

Sehingga dirinya sangat menyayangkan sikap agen tersebut memviralkan dirinya di media sosial seolah telah melakukan penipuan dan tidak mempunyai itikad baik untuk mengembalikan uang tersebut.

Seperti pantauan media ini, Rintho bersama istri mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Sabu Raijua untuk melaporkan kejadian tersebut agar dapat di proses sesuai hukum yang berlaku.

Untuk diketahui Rintho melaporkan akun Facebook tersebut dengan kasus pencemaran nama baik melalui media elektronik dengan dikenakan Pasal 27 ayat (3) UU ITE, yang berbunyi : “Setiap orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan dan/atau membuat dapat diaksesnya informasi elektronik dan/atau dokumen elektronik yang bermuatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”, Pasal 45 UU ITE, yang berbunyi : (1) Setiap Orang yang memenuhi unsur sebagaimana dimaksud dalam Pasal 27 ayat (1), ayat (2), ayat (3), atau ayat (4) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah).

Dan laporan tersebut terdaftar dengan nomor LP/B/12/1/2023/RES SARAI/POLDA NTT.
Sementara itu, sang istri Uni yang dimintai tanggapannya mengatakan tidak akan pernah ada kata damai sebab dia bersama keluarga sudah sangat malu dengan perlakuan oknum terlapor.

“Om dedy saya dengan Rintho sudah tekat tidak akan ada kata damai. Proses ini akan terus berlanjut hingga meja hijau. Kami sudah sangat malu” Tegas Uni. (*Dedy)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed