oleh

Guru Pukul Siswa Berujung Damai

ZONALINENEWS.COM, MENIA – Kasus kekerasan terhadap anak kembali terjadi di Kabupaten Sabu Raijua kali ini hal itu dilakukan seorang guru pendidikan agama Kristen bernama Nataniel Bengu alias Ben Bengu di sekolah dasar (SD) negeri ledeae terhadap seorang siswa kelas satu berinisial RM sekitar hari rabu 16/11/2022 lalu.
Namun kasus ini mencuat ke permukaan setelah sebuah akun Facebook Sinta Narindu Blp menulis di sebuah grup bernama KELLARADUI pada Kamis 17/11/2022.

Dalam unggahannya akun tersebut mmengatakan :
“Saya dapat info ini guru honor talalu nakal, sampai murid-murid di sekolah SD ledeae dipukul baru cekik di leher baru banting sampai itu anak trauma ke sekolah.

Kami hargai ajaran guru kalau sudah keterlaluan begini siapa mau tahan.

“Kepala SD Ledeae ibu kadis PPO RAHEL Billik Talo tolong perhatikan ini guru honor yang main fisik seperti ini. Bapak Ruben Kale Dipa ini wajah guru honor yang pukul murid sampai banting ke binatang”

Mendapatkan info tersebut media ini coba menghubungi pihak keluarga sang anak yakni Panji Djami dan membenarkan jika si anak sementara trauma ke sekolah.

“Iya betul kakak jadi anak ini hanya tidur saja tidak mau lagi ke sekolah dia takut dipukul pak guru katanya” Ujar wali anak tersebut.

Lebih lanjut Panji mengatakan dirinya telah menghadap sekolah untuk melaporkan hal tersebut dan karena saat dirinya ke sekolah guru belum ada sehingga ia melaporkan ke ketua komite untuk dapat diteruskan ke pihak sekolah.

Setelah itu media ini mencoba menghubungi pihak dinas sosial bidang perlindungan anak dan perempuan untuk bisa didampingi dalam penyelesaian kasus itu dan dinas sosial juga turut menghubungi kapolsek hawu mehara dan menugaskan babinkamtibmas setempat Aipda Yudi Ndolu untuk ikut serta melakukan pendampingan sehingga pada akhirnya dinas sosial bidang perlindungan anak dan perempuan bersama babinkamtibmas turun ke TKP pada hari ini jumat 18/11/2022.

Dalam upaya pendampingan tersebut, kepala SD Negeri Ledea Bela Ola katakan dirinya kaget ketika mendapat informasi bahwa kasus tersebut telah ramai di media sosial namun ia membantah soal keterangan yang beredar bahwa guru pelaku membanting siswanya.

Sementara itu pelaku yang notabene sebagai guru kontrak Nataniel Bengu alias Ben Bengu saat diminta tanggapannya mengatakan benar dirinya sempat memegang leher anak tersebut namun tidak pernah membanting.

“Jadi kakak waktu itu sebagai guru agama saya masuk kelas dan saat saya mengajar adik ini tidak tulis jadi saya tanya kenapa tidak tulis mana jawabnya saya tidak punya buku dan pensil lalu kemudian mereka berkelahi sehingga saya memanggil mereka lalu saya pegang bagian leher tapi tidak banting” Ujar Ben.

Atas hal itu Pihak dinas sosial bidang perlindungan anak Susandi Fay minta agar hal itu jangan terulang serta berharap guru dapat mendidik anak sesuai aturan tapi jangan menggunakan kekerasan yang dapat berdampak buruk bagi mental anak serta bisa berdampak hukum bagi pelaku jika orang tua mau menempuh jalur hukum.
Sementara itu Kapolsek Hawu Mehara melalui babinkamtibmas Aipda Yudi Ndolu minta agar pelaku diberikan sanksi agar ada efek jera serta dibuatkan surat pernyataan diatas materai sebagai pengingat kepada pelaku untuk jangan sampai lagi mengulangi perbuatan yang sama dikemudian hari.

Kepala SD Negeri Ledea Bela Ola katakan, dirinya juga sesalkan kejadian itu dan berjanji akan berikan sanksi bagi pelaku sebab seharusnya guru wajib menjadi contoh yang baik bagi seluruh siswa serta berharap dengan kejadian tersebut semua guru dapat mengambil hikmah agar jangan lagi mendidik anak pakai kekerasan.

Selain itu Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan Kebudayaan dan Olahraga (PKKO) Sabu Raijua Rahel Bilik Tallo saat dihubungi media ini mengatakan pihaknya akan melakukan penelusuran dan akan di proses sesuai aturan yang berlaku sebab dirinya telah berulang kali mengingatkan dalam setiap pertemuan agar jangan mendidik siswa dengan cara kekerasan.

“Aduh … padahal selalu diingatkan terus saat ada rapat .. ok nanti akan ditelusuri dan diproses” Jawab Rahel.

Sedangkan wali siswa tersebut panji katakan tidak mau perpanjang masalah dan asalkan pelaku berjanji tidak lagi mengulang perbuatannya.

Sekedar informasi saat itu juga pelaku diminta untuk membuat pernyataan tertulis didampingi babinkamtibmas Aipda Yudi Ndolu dan langsung di tanda tangani oleh pihak kepala sekolah, dinas sosial bidang perlindungan anak serta babinkamtibmas agar jika dikemudian hari pelaku mengulangi perbuatannya maka akan langsung di proses sesuai aturan hukum yang berlalu tanpa dilakukan mediasi kembali (*Dedy)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed