oleh

ART Ira Ua Mengaku Terdakwa dan Randy Sering Cekcok Sejak Bulan Agustus

ZONALINENEWS.COM, KUPANG – Saksi YK, Asisten Rumah Tangga (ART) terdakwa Irawaty Astana Dewi Ua alias Ira Ua dan Randy Badjideh alias Randy tersangaka pada kasus pembunuhan terhadap Astrid Manafe dan anaknya Lael Maccabee mengaku bahwa terdakwa Ira Ua dan suaminya Randy sering cekcok atau bertengkar besar sejak bulan Agustus 2021.

ART YK merupakan salah satu saksi pada kasus pembunuhan ibu dan anak di Kelurahan Penkase – Oeleta, Kecamatan Alak Kota Kupang dengan terdakwa Ira Ua.

Sidang dengan dangenda pemeriksaan terhadap saksi – saksi pada kasus pembunuhan terhadap ibu dan anak dengan terdakwa Ira Ua yang digelar di Pengadilan Negeri (PN) Kupang pada, Senin 21 November 2022 dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Darman Parlungguan Nababan SH, MH, Anggota Sarlota Marselina Suek SH, Florence Katarina SH, MH, Consilia Lestari Palang Ama SH dan Sisera Semida Naomi Nenohayfeto SH.

“Saudara saksi sebagai ART di rumah terdakwa Ira Ua sejak kapan,” tanya Majelis Hakim kepada ART YK.

“Saya bekerja di rumah kak Ira sejak Bulan Juli 2019 hingga Desember 2021,” jawab Saksi.

“Apakah saudara saksi bekerja dengan terdakwa, saudara tinggal bersama mereka atau saudara tinggal di luar,” tanya Majelis Hakim lagi.

“Saya tinggal di dalam yang mulia,” jawab Saksi.

Majelis hakim juga bertanya, apakah saksi melihat hubungan rumah tangga Ira Ua dan Randy itu baik – baik saja atau bagaimana.

“Hubungan mereka baik – baik saja yang mulia,” jawab Saksi.

“Pernah melihan mereka berantem,” tanya Majelis Hakim.

“Pernah yang mulia,” ucap saksi menjawab pertanyaan Majelis Hakim.

“Karena apa mereka berantem,” tanya Majelis Hakim lagi.

“Tidak tau yang mulia,” ungkap saski dengan singkat menjawab pertanyaan Majelis Hakim.

Sementara itu Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang tersebut juga bertanya pada saksi YK.

“Pernah mendengar atau melihat mereka bertengkar,” tanya JPU kepada saksi.

“Tidak melihat, karena mereka bertengkar dalam kamar. Pintu kamar dikunci dan saya sama Nadira anak mereka disuruh ke teras,” kata saksi menjawab pertanyaan JPU.

“Mereka bertengkar berapa kali,” masih tanya JPU.

“Tiga kali, yang pertama bertengkar di rumah alak milik kaka Ira dan Randy pada pertengahan Bulan Agustus 2021. Nadira menangis tapi mereka tidak mau buka pintu. Sudah selesai berkelahi baru pintu kamar milik kaka Ira Ua dibuka ,” jelas saksi jawab pertanyaan JPU.

Saksi juga mengatakan, pertengkaran antara Ira Ua dan Randy terjadi yang kedua kalinya di rumah alak. Namun, di kamar milik Diki Badjideh adik dari Randy.

“Suara kaka Ira Ua terdengar menangis dalam kamar. Tapi pintu kamar tetap tertutup. Dan yang ketiga itu mereka bertengkar masih di rumah alak tanggal 26 Agustus 2021 sekira pukul 03 dini hari.Kaka Ira Ua berteriak minta tolong. Tolong kaka, iya tolong, dari suara itu terbangun dan Randy bilang tidak usa ikut campur. Sedangkan Ira Ua bilang ke saya, nanti kalau saya dan Randy bercerai kamu ikut saya bukan ikut Randy,” jelas saksi.

Menurut saksi, pertengkaran terdakwa Ira Ua dan Randy terakhir di rumah mertua Randy, atau rumah milik orang tua terdakwa Ira Ua di Kelurahan Naikolan pada 29 September 2021 sekira pukul 15.00 Wita.

“Saya tidak tau, tapi Randy langsung keluar mengunakan sepeda motor. Setelah mama kaka Ira Ua keluar dan berteriak menyuruh kaka Ira Ua masuk ke dalam kamar. Ini kejadian di rumah Naikolan,” ungkap saksi.

Ketika ditanya JPU soal motif atau penyebab dari pertengkaran antara terdakwa Ira Ua dan Randy, dia hanya menjawab tidak tau.

“Saya tidak tau,” jawab saksi.

Selain itu, ketika ditanya oleh JPU soal penemuan mayat ibu dan anak tersebut.

Saksi mengatakan bahwa informasi yang Ia dapat tersebut dari Media Sosial (Medsos) (*hayer)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed