oleh

Ingin Meningkatkan PAD, DPRD Kota Kupang Sidak ke Sejumlah Rumah Makan Nakal

ZONALINENEWS.COM, KUPANG – Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah rumah makan besar atau restaurant yang ada di Kota Kupang, Rabu 14 September 2022.

Kegiatan Sidak langsung dipimpin oleh Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Diana Bire yang didampingi oleh Wakil Ketua Komisi II, Zeyto Ratuarat dan Anggota Komisi II, Barce Bastian, Nining Basalamah dan Anaci Ratu Kitu serta sejumlah staf dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Kupang.

Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Diana Bire menilai, pihak Bapenda Kota Kupang sangat lemah dalam melakukan pengawasan terhadap rumah makan yang ada di Kota Kupang.

Menurut dia, beberapa waktu lalu, untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Kupang, Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang bersama Bank NTT sudah pernah membatu kurang lebih 90 unit Tapping Box kepada rumah makan di Kota Kupang.

Namun, kata Diana, dari lima umah makan besar yang disidak tersebut hanya dua yang menggunakan Tapping Box yang diberikan oleh pemerintah.

“Tapoing Box ini sangat penting karena untuk meningkatkan kepatuhan wajib pajak dalam membayar pajak secara tepat waktu dan tepat jumlah, serta memberikan traparansi terhadap penyetor pajak daerah baik wajib pajak atau dari petugas pemugut pajak itu sendiri,” kata salah satu Srikandi Partai Hanura itu kepada wartawan di ruang Komisi II DPRD Kota Kupang usai kegiatan Sidak, Rabu 14 September 2022.

Diana mengungkapkan, pihaknya akan memanggil seluruh pengusaha rumah makan yang ada di Kota Kupang untuk dilakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama dengan pihak Bapenda Kota Kupang.

“Kita akan panggil mereka untuk RDP. Sehingga kita bisa tau Tapping Box yang dibagikan itu kepada siapa – siapa saja. Jadi RDP nanti yang kita lakukan itu biar tidak ada dugaan main mata antara Bapenda Kota Kupang bersama pengusahan rumah makan. Karena semua ini demi meningkatkan PAD di Kota Kupang,” ungkapnya.

Menurut Diana juga, pihaknya budak mengetahui data pembagian Tapping Box tersebut.

“90 lebih Tapping Box ini mereka bagi dimana – mana saja kita tidak tau. Selain itu tadi juga kita temukan bahwa Tapping Box yang dibagi kepada rumah makan itu tidak dipakai dengan alasan rusak. Sehingga seluruh rumah makan yang kita temui tadi itu masih melakukan pembayaran atau laporan pajak secara manual kepada Bapanda,” tegasnya.

Ketika laporan pajak rumah makan masih dilakukan secara manual, lanjut Diana Pemkot Kupang masih bisa dibohogi oleh pihak pengusaha.

“Contohnya saja tadi kita temui di Rumah Makan Ratusan di Kelurahan Oebufu yang begitu ramai, mereka mengaku pendapatan mereka setiap hari Rp 5 juta. Sehingga dikalikan dengan satu bulan dalam 30 hari sudah mencapai Rp 150 juta. Sehingga dipotong pajak 10 persen sudah mencapai Rp 15 juta setiap bulan untuk pemasukan PAD Kota Kupang. Tapi yang mereka laporkan kepada Bapenda, omset mereka selama satu bulan hanya Rp 20 juta. Jadi mereka hanya bayar pajak senilai Rp 2 juta rupiah saja,” ungkapnya.

“Ditempat rumah makan lain yang kita temuan juga seperti ini. Padahal omset mereka setiap bulan itu bisa mencapai ratusan juta, ” ujar Diana.

Dia menegaskan, dengan sistem laporan pajak manual seperti ini, PAD Kota Kupang tidak akan pernah meningkat tinggi.

“Ini sangat menghambat peningkatan PAD, karena ada kebocoran pajak yang disebabkan sistem laporan pajak masih manual,” tutup Diana.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi II DPRD Kota Kupang, Zeyto Ratuarat mengatakan, jiga masih ada rumah makan yang menolak memakai Tapping Box, pihak Bapeda perlu untuk mengambil sikap tegas.

“Ketika mereka nakal atau menolak menggunakan Tapping Box, Bapeda segera berkoordinasi degan Dinas terkait untuk melakukan pencabutan ijin mereka. Karena dengan siatem laporan pajak secara manual sangat merugikan daerah,” tegas Zeyto. (*hayer)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed