oleh

Benarkah Pemda Sabu Raijua Berperan Dalam Perbaikan Dermaga Ferry? Berikut Jawabannya

ZONALINENEWS.COM, MENIA – Belum lama ini publik di Sabu Raijua sempat dihebohkan dengan kejadian naas di Dermaga penyeberangan milik ASDP di kabupaten Sabu Raijua dimana sebuah truck bermuatan garam nyaris terjun bebas kelaut saat hendak masuk ke dalam kapal tujuan kupang.

Hal itu diakibatkan kondisi Dermaga memang tidak layak yang menjadi topik hangat di media sosial Facebook dimana sebagian masyarakat menilai Pemda Sabu Raijua tidak becus urus Dermaga tersebut sehingga nyaris memakan korban yang ternyata setelah diselidiki kejadian serupa sudah berulang kali.

Namun tak berselang lama kini Dermaga tersebut sedang dalam perbaikan dan hampir rampung lalu yang kini jadi pertanyaan publik darimana asal dana tersebut dan siapa saja yang berperan aktif untuk perbaikannya? Apakah semata-mata hanya ASDP, pemerintah provinsi dan pusat yang mempunyai andil? Dan apakah Pemda sabu raijua sama sekali tidak memiliki peran?
Berikut penelusuran media ini :
Salah satu sumber terpercaya yang dihubungi media ini katakan tidak benar jika ada masyarakat yang katakan Pemda tidak punya peran dalam perbaikan Dermaga dimaksud sebab kenyataannya kata dia, justru Pemda lah yang berjuang hingga ke pusat sehingga di ujung tahun anggaran di jawab agar dapat segera dilakukan perbaikan Dermaga itu.

“Pak saya mau kasitau bahwa harusnya masyarakat Sabu Raijua bersyukur punya bupati seperti dia (Nickodemus Rihi Heke) yang sangat bisa berjuang di tingkat pusat, bahkan waktu itu di depan mata saya bupati itu harus miring leher layaknya pengemis dan bahkan kadang marah juga karena mereka (Pemerintah Pusat) abaikan permintaan bupati. Tapi bupati tidak mau menyerah sebab dia ingat nasib rakyat nya maka keputusan yang diambil bupati harus lobby melalui jalur aspirasi di komisi 5 meskipun tidak ada yang dari dapil NTT ada di komisi itu tapi perjuangan bupati akhirnya terjawab dengan dialokasikan sejumlah dana yang tidak sedikit untuk perbaikan Dermaga itu bahkan ketika sudah berhasil, kepala ASDP dan kepala balai saja geleng-geleng kepala sambil bertanya cara apa pak bupati pengaruhi pemerintah pusat supaya dapat dana? Sehingga juga dari beberapa kabupaten yang juga alami hal yang sama sementara gunakan gaya bupati sabu raijua untuk melakukan lobby anggaran di pusat” Ujar sumber.

Sumber juga uraikan bahwa ketika memperjuangkan anggaran untuk perbaikan Dermaga, bupati sempat membuat nada ancaman bagi pemerintah pusat yakni dirinya tidak akan pernah mau bertanggungjawab lagi jika sampai ada korban jiwa akibat Dermaga tersebut.

“Ama pak bupati sampai ancam disana kalau sampai ada korban lagi dan apalagi ada korban jiwa mana kalian harus bertanggungjawab dan intinya begini pak dedy, pemerintah pusat bukan hanya urus sabu raijua tapi urus seluruh Indonesia, dan mereka juga tidak tahu bagaimana kondisi di sabu raijua nah bagaimana mungkin ada perhatian mereka kalau bukan Pemda yang sampaikan soal kebutuhan daerahnya? Jadi sekali lagi tidak benar kalau orang tuding Pemda tidak berkontribusi tapi justru perjuangan Pemda sehingga bisa cepat di perbaiki saya tahu persis kok karena bupati berjuang hingga komisi 5 itu saya ada di sampingnya” Tambah dia.

Dari perjuangan itulah maka Dermaga kini dalam perbaikan yang dikelola langsung oleh ASDP sesuai perjanjian dan kepastian dari pemerintah pusat yang akan mengalokasikan anggaran sebesar Rp. 1,5milyar. (*Dedy)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed