oleh

Progres 96 Persen, Pekerjaan Bendungan Kambaniru Ditargetkan Rampung Maret 2022 Mendatang

ZONALINENEWS.COM – WAINGAPU, Proyek pekerjaan pembangunan Bendungan Kambaninu di Kabupaten Sumbawa Timur Nusa Tenggara Timur (NTT) yang dikerjakan oleh PT. Nindya Karya telah mencapai 96 persen ditargetkan akan segera diselesaikan pada akhir Februari atau awal Maret 2022.

Diketahui Pekerjaan pembangunan bendungan Kambaniru yang roboh akibat banjir bandang yang terjadi bersamaan dengan siklon tropis Seroja bulan April 2021 lalu.

Pimpinan proyek pembangunan bendung Kambaniru, Purwadi melalui kepala pelaksana lapangan, Komang Suandra kepada wartawan saat ditemui di lokasi pembangunan bendung Kambaniru, Senin (24/1) menyampaikan bahwa yang terjadi sehingga tidak sesuai dengan target awal dikarenakan kendala yang terjadi saat bulan November pekerjaan tidak memiliki progres sama sekali dikarenakan banjir La Nina yang terus terjadi.

Dirinya menyampaikan bahwa pihaknya terus mengoptimalkan kesempatan yang ada ada untuk terus mengerjakan bagian-bagian yang tersisa seperti pembangunan jembatan diatas bendung dan juga penutupan saluran sepanjang 30 meter yang saat ini digunakan sebagai jalur air. Jika pekerjaan ini telah diselesaikan, maka bendungan telah siap untuk digunakan warga minimal pada akhir Februari atau awal Maret 2022.

“Di progres 96 persen ini semua bahan sudah tersedia 100 persen dan tinggal dilakukan pemasangan. Ini dikarenakan juga ada bahan-bahan yang didatangkan dari luar daerah seperti batu pecah yang dikirim dari Gorontalo dikarenakan produksi lokal yang tidak mampu mencukupi kebutuhan. Sedangkan pembangunannya diusahakan secepat mungkin untuk diselesaikan,” ungkapnya.

Dirinya membenarkan bahwa pada proses pembuatan sayap bendungan yang adalah aksesoris bendungan dan bukan konstruksi utama bendungan pernah melorot dikarenakan struktur tanah yang lembek sehingga pihaknya mengambil langkah untuk mengganti konstruksi sayap bendungan yang awalnya menggunakan batu alam menjadi beton secara keseluruhan. Sedangkan untuk konstruksi utama bendungan yang baru dibangun dengan bendungan yang lama terdapat pada penggunaan bahan batu alam pada bendungan sebelumnya. Sedangkan untuk bendungan terbaru dibuat dengan beton 100 persen, sehingga menurutnya jika tidak ada kejadian yang luar biasa, kekuatan bendungan bisa mencapai waktu penggunaan selama 100 tahun.

Selain mengerjakan bendungan Kambaniru paket darurat bencana, PT Nindya Karya juga mengerjakan bendungan Kawangu, bendungan Melolo, bendungan Kadumbul, bendungan Baing dan bendungan Kiriali, di mana pekerjaan lima bendungan lainnya sudah mencapai progres 100 persen dan tinggal bendungan Kambaniru yang sedang dikerjakan pada tahap finising.
Lurah Malumbi, Dominggus JT Awang yang juga berada dilokasi bendungan yang mengairi 1.140 hektare lahan pertanian itu menyampaikan adanya pro kontra yang terjadi di masyarakat. Di mana, ada yang berharap bendungan segera diselesaikan pekerjaannya agar segera dimanfaatkan dan ada pihak yang tidak ingin bendungan segera diselesaikan dikarenakan beberapa alasan yang tidak dikemukakan.

“Memang ada pro kontra yang terjadi di masyarakat terkait pekerjaan bendungan ini, sehingga kami diminta sebagai pemerintah yang ada di wilayah ini untuk bisa hadir dalam pembangunan ini untuk menjaga keamanan pekerja dan juga harapannya proses pekerjaannya segera bisa diselesaikan dan juga ada solusi bagi wilayah yang yang awalnya tergenang sejak pembangunan sebelumnya bisa dibuatkan saluran untuk pembuangan dan lahan yang tergenang awalnya bisa dimanfaatkan,” pungkasnya. (*hayer)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed