oleh

Tim Kuasa Hukum Randy : Proses Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Ibu & Anak Sesuai Fakta

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Tim kuasa hukum dari tersangka RB alias Randy menilai proses pelaksanaan rekonstruksi yang digelar oleh Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) pada kasus pembunuhan terhadap korban Astri E. S. Manafe (30) dan anaknya Lael Maccabee (1) di Kota Kupang selama dua hari kemarin sudah sesuai fakta penyidikan yang dilakukan oleh pihak Ditreskrimum Polda NTT.

“Seluruh proses yang terkait dengan kasus pembunuhan ini harus melalui BAP polisi, karena berhubungan dengan saksi – saksi bukti dan bukti – bukti itu adalah kewenangan dari pada pihak penyidik dalam hal ini Polda NTT. Dengan demikian kemarin rekonstruksi yang dilakukan itu semuanya sudah sesuai dengan bukti – bukti yang ada, keterangan saksi maupun keterangan dari tersangka,” ungkap Ketua Tim Kuasa Hukum dari tersangka Randy, Yance Mesak yang didampingi oleh Kuasa hukum lainnya, yakni Beni Taopan dan Hari Pandie saat konferensi pers di Kota Kupang, Kamis 23 Desember 2021 sore.

Menurut Yance, memang di satu sisi ada beberapa orang berpendapat bahwa dalam pengusutan terhadap suatu tindak pidana tidak bisa hanya mendengar dari keterangan tersangka.

“Oke benar, tapi keterangan tersangka itu dapat pakai ketika sesuai dengan bukti – bukti yang ada,” kata Yance.

Sementara itu salah satu Kuasa Hukum dari tersangka Randy, Beni Taopan mengatakan, sebagai pengacara, mereka hanya menjalankan tugas secara profesional, yaitu selalu mengedepankan kebenaran.

“Kebenaran itu yang akan membuka semua tabir. Kebenaran itu akan terungkap apa bila fakta – fakta hukum itu boleh hadir dalam keterangan saksi, barang bukti, ahli dan sebagainya. Sehingga apa pun yang dilekatkan pada klien kali itu pada dasarnya kami hanya mendampingi saja, agar hak – hak hukum klien kami itu jangan dilanggar. Dia jangan dipaksakan, dia jangan ditekan dan sebagainya, sehingga biar dia memberikan informasi yang dia tau dan yang dia alami. Silahkan penyidik mengembangkan itu bersama alat – alat bukti yang lain,” jelasnya.

Menurut Beni, pihaknya sangat berterima kasih kepada polisi yang telah melakukan rekonstruksi setelah tahapan – tahapan penyidikan yang mereka lakukan, yaitu mengambil keterangan para saksi, barang bukti yang ada, hasil forensik, keterangan ahli. Sehingga dari rangkuman itu, jadilah rekonstruksi.

“Dengan rekonstruksi kemarin itu kami merasa senang karena mulai terbukaterbuka tabir ini, dan pada kondisi apapun klien kami itulah yang tergambar dalam rekonstruksi itu,” katanya.

Hari Pandie salah satu Kuasa Hukum juga dari tersangka Randy menambahkan, ada berkembang opini di masyarakat bahwa pengacara dari tersangka Randy tersebut membela orang yang bersalah.

“Mereka bilang sudah tau orang bersalah kok dibela. Ini yang saya mau sampaikan disini bahwa, kehadiran kami untuk mendampingi klien kami ini bukan semata – mata kami hanya menjalankan profesi. Tapi dalam hal ini kami juga jalankan perintah Undang – Undang, dimana seorang tersangka yang melakukan suatu tindak pidana yang ancamannya lima tahun keatas itu wajib hukumnya didampingi oleh pengacara,”

“Jika tersangka yang melakukan suatu tindak pidana dengan ancaman diatas lima tahun penjara itu tidak didampingi oleh pengacara, maka semua keterangan yang tertulis dalam BAP itu dianggap cacat,” tutup Hari. (*jawit/hayer)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed