oleh

FPPR Lembata Dapati Bukti Dugaan Penggunaan Ijazah Palsu Kades Babokerong

ZONALINENEWS.COM – LEMBATA, Kasus adanya dugaan pelanggaran administrasi oleh Kepala Desa Terpilih di Desa Babokerong Kecamatan Nagawutung Kabupaten Lembata Nusa Tenggara Timur (NTT) berlanjut ke babak baru. Setelah Kepala Desa Terpilih mengklaim bahwa ijazah yang didapatkan berasal dari lembaga resmi yang berada di Jakarta kini dibantahkan oleh Forum Pemuda Peduli Rakyat (FPPR) Lembata.

Koordinator Aliansi Forum Pemuda Peduli Rakyat Lembata Adnan Watan menyampaikan bahwa mereka telah memperoleh bukti yang berkaitan dengan dugaan penggunaan Ijazah Palsu.

“Kami sudah dapatkan bukti dan itu akan menjadi kekuatan untuk membuktikan kepada seluruh masyarakat Lembata khususnya Masyarakat Desa Babokerong bahwa Kepala Desa Terpilih telah memakai ijazah palsu, ” ungkap Adnan Watan ketika dikonfirmasi, Rabu 15 Desember 2021.

Penyampaian Adnan Watan semakin menguat ketika Perwakilan Lembaga PKBM Ristek Nusantara Jaya mengeluarkan Surat Pernyataan yang menjelaskan Ijazah yang dipakai oleh Kepala Desa Terpilih di Desa Babokerong tidak dikeluarkan oleh lembaganya namun justru memakai nomor seri ijazah yang dimiliki alumni dari PKBM Ristek Nusantara Jaya.

“Terkait dengan ijazah yang dilampirkan itu tidak sesuai karena kami memang baru berdiri pada tahun 2010 sedangkan ijazah yang dilampirkan dalam surat dari forum itu tahun 1999 dan kami menyatakan bahwa ijazah tersebut adalah tidak benar dikeluarkan oleh lembaga kami. Dan kalaupun ada hal-hal lain bisa dilihat dalam surat (pernyataan) yang kami tuliskan,” kata Wakil Kurikulum PKBM Ristek Nusantara Jaya, Muhammad Ridwan Wakil Kurikulum PKBM Ristek Nusantara Jaya.

Temuan bukti pelanggaran administrasi Pilkades di Desa Babokerong yang diduga adanya pemalsuan ijazah dibenarkan oleh salah satu Tokoh Pemuda Lamaholot di Jakarta Sainudin Aymar yang berkunjung ke PKBM Ristek Nusantara Jaya untuk melakukan konfirmasi dan klarifikasi.

“Hari ini saya berada di sini (PKBM Ristek Nusantara Jaya) sebagai perwakilan anak Lamaholot untuk membantu saudara-saudara Aliansi Forum Pemuda Peduli Rakyat Lembata guna melakukan konfirmasi dan klarifikasi terkait dengan dugaan pemalsuan dokumen berupa ijazah. Hasil yang kami peroleh adalah Nama Kepala Desa Terpilih di Desa Babokerong tidak terdaftar sebagai siswa di PKBM ini sebagaimana seperti dalam Surat Pernyataan sikap yang kami terima. Jelas Sainudin Aymar

Lebih lanjut, Sainudin Aymar pun menyampaikan harapannya agar pihak penegak hukum juga dapat berperan dengan penuh tanggung jawab.

“Aparat penegak hukum adalah dapur hukum, olehnya itu terkait dengan kasus ini maka sangat diharapkan profesionalisme dalam mengungkapkan kebenaran dan keadilan. Saya yakin dan percaya Aparat Penegak Hukum tentu akan bersikap profesional dalam menangani persoalan ini” tandasnya Sainudin Aymar. (*ambon)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed