oleh

Situasi Kondusif, Polisi Tahan Pelaku Pembacokan Warga Di Adonara Timur

ZONALINENEWS.COM, LARANTUKA – Polisi Sektor Adonara Timur – Polres Flotim Kabupaten Flores Timur – NTT saat ini telah menahan 2 orang tersangka RH dan SH terduga pelaku penganiayaan berat terhadap SA dan RA menggunakan senjata tajam (sajam) Jum’at 18 November 2021.

Selain menahan para pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa parang yang digunakan pelaku ketika membacok korban.

“Terhadap tersangka kami sudah lakukan penahanan terhitung hari ini. Satu pelaku pembacokan satunya lagi yang menggiggit korban. Barang bukti berupa satu bilah parang telah kami sita,” papar Kapolres Flotim, AKBP. I Gusti Putu Suka Arsa, S.I.K. melalui Kanit Reskrim Polsek Adotim Bripka. Nikolaus Bunganaen kepada wartawan Sabtu, 19 November 2021.

Memaksimalkan penyidikan, kepolisian setempat juga telah melakukan pemeriksaan terhadap para saksi.

Dari pemeriksaan saksi, menurut Bunganaen tidak menutup kemungkinan bertambahnya tersangka baru.

“Kami juga lakukan pengembangan dari keterangan saksi, bisa saja ada tersangka baru,”. tambahnya.

Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka bacok pada beberapa bagian anggota tubuh sehingga terpaksa mendapat perawatan medis.

Salah seorang korban SA, kepada wartawan menceritakan kronologi.

Kesalapahaman berawal saat pelaku dan korban, secara bersamaan mengerjakan pemasangan tenda hajatan.

Secara kebetulan, lahan yang akan digunakan sebagai tempat hajatan terdapat timbunan material berupa batu.

Sesuai kesepakatan awal, material tersebut dipindahkan ke sudut halaman.

Ketika korban tenga memindahkan material, pelaku melemparkan sebagiannya ke jalan.

Melihat hal tersebut, korban menanyakan ke pelaku kenapa dilempar ke jalan bukankah setelah ini, dirapikan kembali seperti sediakala.

Merasa tidak terima dengan pertanyaan korban, seketika pelaku mengambil batu dan melemparkan ke arah korban namun dapat dihindari.

Melihat lemparamya meleset, pelaku mengajak korban untuk berduel. Namun, ajakan tersebut tidak diladeni korban hingga terjadi pembacokan.

“Niat saya kan baik, untuk menyampaikan agar batu yang bertumpuk-tumpuk itu boleh dipindahkan dan masih dalam lokasi sekitar. Tapi,
kok dia (pelaku) menanggapi dengan emosi serta mengangkat batu untuk melemparkan ke saya dan saya tidak respon untuk menanggapi.

Aksinya semakin brutal untuk serang saya dan terpaksa saya layani untuk membela diri saya,” terang korban SA.

“Atas perbuatanya, pelaku dikenakan pasal 351 ayat 1 dengan ancaman hukuman 2 tahun penjara,” pungkas Bunganaen.

(*Rita Senak).

News Feed