oleh

Bersurat Ke Polres Flotim, KRBF Minta Polisi Telusuri Dugaan Gratifikasi di Lingkup Pemkab Flotim dan Dewan

ZONALINENEWS.COM – LARANTUKA, Aktivis Koalisi Rakyat Bersatu Flores Timur (KRBF) meminta agar pihak Polres Flores Timur (Flotim) telusuri dugaan pratik gratifikasi dari Pemda Flotim kepada DPRD Flotim.

“Dalam sebuah wawancara media yang beredar luas melalui aplikasi youtube, Anggota DPRD Flotim atas nama Muhidin Demon Sabon dari Fraksi Gerindra menyampaikan bahwa, gagalnya pembentukan Panitia Khusus (Pansus) DPRD Flotim terkain upaya penelusuran penggunaan dana Covid – 19 tahun 2020 diakibatkan DPRD Flotim lemah di amplop,” kata Ketua KRBF, Maria Sarina Romakia yang terulis dalam surat tersebut pada, Senin 20 September 2021 lalu.

Menurut Maria, berdasarkan informasi yang diperoleh pihaknya terkait peryataan lemah di amplop dimaksut bahwa, sebelum terjadi kisruh di ruang sidang DPRD Flotim terkait angenda pembentukan Pansus sebagaimana yang dimaksut ada poin satu di atas, telah terjadi pemberian sejumlah uang sebesar Rp. 20 juta kepada Pimpinan dan Anggota DPRD Flotim. Uang sejumlah Rp. 20 juta tersebut diberikan oleh salah satu Staf Badan Keuagan dan Aset Daerah (BKAD) dan diterima oleh Wakil Ketua DPRD, Yosep Paron Kabon di ruang kerja Sekertaris Dewan (Sekwan) Flotim, untuk selanjutnya diteruskan kepada Anggota DPRD Flotim.

Dia mengatakan, berdasarkan pengakuan dari saudara Ignasius Boli Uran yang merupakan aalah satu pimpinan Komisi di DPRD Flotim pada hari Senin 13 September 202, tepat di teras bagian barat ruang sidang DPRD Flotim kepada Ketua dan Sekertaris KRBF bahwa, benar ada pembagian amplop berisi uang kepada Pimpinan dan Anggota DPRD untuk pembahasan dan penetapan peraturan daerah (Perda) pwrtanggujawaban APBD Flores Timur tahun anggaran 2020. Pengakuan tersebut sekaligus membuktikan danya praktik gratifikasi dari Pemda kepada DPRD Flotim.

“Laporan dugaan gratifikasi ini kami sampaikan dalam rangka pengawasan twrhadap kinerja penyelenggara Pemerintah Daerah dan pengelolaan keuangan negara / daerah agar bebas dari praktik Korupsi, Kolusi dan Nepotisme, serta dengan harapan laporan dugaan ini dapat segera ditindaklanjuti oleh aparat Polres Flotim secara serius,” jelas Maria.

Ditempat terpisah Kepala Badan Keuagan dan Aset Daerah (BKSD) Kabupaten Flotim, Cipto Pegang Keraf saat dikonfirmasi zonalinenews.com pada Jum’at 24 September 2021 masih engan berkomentar.

“Silahkan tanya kepada teman wartawan yang lain saja,” katanya.

Sementara itu Wakil Ketua DPRD Kabupaten Flotim, Yosep Parong Kabon membenarkan ada sejumlah uang yang diserahkan oleh Sekwan beberapa bulan lalu.

“Iya benar, tapi uang yang diserahkan oleh Sekwan iti adalah uang makan di DPRD Flotim,” katanya.

Selain itu Ketua Komisi C DPRD Kabupaten Flotim Ignas Boli Uran menambahkan, dirinya menerima uang senilai Rp. 500 ribu untuk uang makan.

“Dan itu untuk semua DPRD Kabupaten Flotim. (*rita/hayer)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed