oleh

Temui Plt. Bupati Lembata, sejumlah Sopir Tangki Minta Batalkan Kenaikan Tarif Air Minum

ZONALINENEWS.COM – LEWOLEBA, Temui Plt. Bupati Kabupaten Lembata, Thomas Ola, sejumlah sopir tangki air minum yang sering beroprasi di Kabupaten Lembata minta batalkan kenaikan tarif air bersih.

Abdul Gani, salah satu perwakilan sopir tengki mengharapkan agar PDAM tidak serta merta menaikan tarif tanpa analisis atau acuan karena sangat memberatkan.

“Kebijakan menaikan tarif air minum apapun alasannya sangat memberatkan. Karena itu kami minta kepada pemerintah daerah untuk membatalkannya,” kata Abdul Gani saat pertemuan dengan Plt. Bulati Lembata di halaman kantor Bupati Lembata pada Seni 23 Agustus 2021.

Menurut Abdul Gani, surat Plt. Direktur PDAM selama ini harga air untuk satu mobil tangki berkisar Rp. 25.000,-mengalami kenaikan. Untuk mobil berkapasitas 3000 Liter menjadi Rp. 30 ribu, 4000 Liter Rp.40 ribu dan mobil tangki berkapasitas 5000 liter harganya Rp. 50 ribu,” ungkapnya.

Dia mengatakan, kebijakan tarif baru ini tidak populis dan berpengaruh terhadap harga jual, jika PDAM memberlakukan tarif baru di tempat pengisian Komak.

Menanggapi keluhan sejumlah sopir tangki tersebut, Plt Bupati Lembata, Thomas Ole mengatakan, Plt. Direktur PDAM Lewoleba – Lembata tidak memiliki kewenangan untuk mengambil kebijakan praktis terkait kenaikan tarif air minum.

“Jika ada kebijakan harus konsultasi dengan komisaris dan pemilik perusahan yaitu pemerintah daerah. Kebijakan strategis apapun hanya bisa dilakukan direktur definitif,” katanya.

Selain itu Thomas juga saangat berterimakasih kepada para sopir tersebut.

“Hari ini kalian telah memberi kami sebuah pelajaran dan tauladan bahwa kalian masih peduli dengan masyarakat yang susah air. Ternyata kalian punya hati. Harusnya kalian berpikir bisnis. Ternyata kalian masih punya hati untuk masyarakat kecil. Inilah keberpihakan kalian,”

“Saya tegaskan tarif tidak boleh Naik. Besok berlaku tarif lama. Kalau manajemen bersihkeras, kami juga akan bersihkeras. Kami akan ambil langkah jika besok tarfi tidak kembali kepada tarif yang sempurna supaya distribusi air tetap jalan,” ungkap Thomas.

Menurutnya, kalau ada kebijakan harus berkonsultasi dengan komisaris dan pemilik perusahan yaitu pemerintah daera. Sebagai pemerintah daerah, kami masih menunggu sampai ada Direktur definitif,ā€¯tegasnya lagi.

Thomas berharap pengertian baik jika kedepanny kenaikan tarif PDAM tidak bisa ditawar lagi.

“Pasti ada kenaikan. Kita perlu analisa. Ketika kenaikan itu terjadi, saya minta kalian menjadi ujung tombak untuk mensosialisasikan. Tujuan PDAM untuk mensejahterakan masyarakat. Dilain sisi sebagai badan usaha harus efisein. Harus ada keuntungan untuk memperbaiki peralatan PDAM,” jelasnya. (*rita/hayer)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed