oleh

Minta Kapolda Metro Tangkap Debt Collector, Pria Mengaku Pengacara Cowboy Ingatkan Hotman Paris

ZONALINENEWS.COM – JAKARTA, Mengaku sebagai Pengacara Cowboy, seorang pria bernama M Firdaus Oibowo SH menggigatkan kepada pengacara kondang Hotman Paris Hutape agar tidak mendiskriminasikan Debt Collector. Hal tersebut diungkapkan di dalam video yang sudah beredar di Media Sosial (Medso).

Sebelumnya dalam video tik tok berdurasi satu menit itu dengan tulisan “Pesan Terbuka Hotman Paris Kepada Kapolda DKI Jakarta, Pengacara senior Hotman Paris Hutapea meminta agar Kapolda Metro Jaya Menangkap Debt Collector yang melakukan kekerasan.

“Kepada bapak Kapolda DKI Jakarta yang saya hormati dan saya kagumi. Sudah waktunya lebih tegas kepada orang yang mengaku Debt Collector. Dimana – mana kejadian, seseorang bisa menyuruh puluhan orang menakut – nakuti di depan lobi dan sebagainya. Kadang – kadang mobil seorang wanita di jalan, atas perintah purusahaan lising langsung diambil begitu saja,” kata Hotman Paris dalam video tersebut.

Dia minta Kapolda DKI Jakarta, agar tangkap setiap Debt Collector yang melalukan ancaman atau kekerasan

“Mohon bapak Kapolda DKI, setiap Debt Collector, penagih yang melakukan ancaman dan kekerasan seperi itu agar segera ditangkap,” tegas Hotman Paris.

Menurut dia, negara ini adalah negara hukum.

“Hari ini ada seorang wanita di Apartamen Lapende di Jalan Supomo menangis – nangis histeris karena puluhan orang datang ke lobinya. ya, tolong bapak Kapolda. Pokoknya siapa pun yang mengaku Debt Collector langsung ditangkap,” tutup Hotman Paris.

Sementara itu video tandingan seorang pria yang mengaku Pengacara Cowboy itu juga beredar di Medsos.

Video yang berdurasi 2:42 menit itu adalah peryataan sikap yang keras ditujukan untuk senior se-profesinya.

“Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh, selamat pagi bapak Kapolda Metro Jaya. Saya M. Firdaus Oibowo SH atau Pengacara Cowboy. Tolong jangan dendarkan Hotman Paris. Jangan dengarkan Hotman Paris, karena menurut saya itu sesat. Jangan dengarkan perintah menangkap dua Collector. Jangan dengarkan, karena Undang – Undang, hak asasi, Undang – Undang Dasar 1945 dan Undang – Undang turunan lainnya, banyak juga perlindungan terhadap Collector,” kata Pengacara Cowboy.

Menurutnya, jasa penagihan berbadan hukum dan mempunyai hak progratif untuk melaksanakan tugas.

“Jadi tidak semua bahasa bung Hotman Paris itu benar bapak Kapolda. Saya ini yang membina para Collector sebagian di Indonesia. Jadi jangan pojokkan profesi Collector, karena Collector itu juga manusia Indonesia yang perlu dikedepankan hak asasinya dan dibela dapurnya,” ungkap Firdaus.

Dia mengatakan, ada pun penagihan – penagihan itu dilaksanakan oleh mereka, bukan karena mereka premanisme.

“Kronoligisnya setiap dalam penagihan, si debitur ini sudah ketakutan duluan pak Kapolda melihat orang kami yang melaksanakan penagihan. Sudah ketakutan duluan sehingga debitur ini memprofokasi keadaan seakan – akan ribut. Seakan – akan tim Collector yang datang ini membawa ancaman. Padahal masalahnya simpel, kalau tidak kuat bayar mobil, motor atau hutang, jangan berhutang. Simpel dan harus sadar debitur ini. Kalau memang sudah tidak mampu membayar serahkan kendaraannya, serahkan uangnya kembalikan kepada yang punya. Jangan dikit – dikit dipojokan Collector, Collector, Collector, Collector. Collector ni banyak loh, jumlahnya ribuan. Hati – hati berbicara, jangan diskriminasi satu profesi,”

“Bung Hotman, ingat hati – hati bung Hotman Paris. Saya memberikan masukan kepada saudara, jangan mendiskriminasi Collektor. Karena itu profesi yang legal, memiliki legitimasi dan di akta penderian mereka ada tertulis Collector,” tutup Pengacara Cowboy. (*una)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed