oleh

Geger! Penemuan Mayat Tergantumg Di Desa Ekoae-Ende

ZONALINENEWS.COM, ENDE – Warga dusun Jitapanda Desa Ekoae Kecamatan Wewaria Kabupaten Ende Nusa Tenggara Timur (NTT) Selasa, 3 Agustus 2021 tepat pukul 16:00 wita digegerkan dengan adanya penemuan mayat seorang laki-laki dengan posisi tergantung pada dahan pohon kemiri yang telah tumbang.

Informasi dari kepolisian setempat menyebutkan, korban diketahui berinisial JT 25, th. Jenazah korban pertama kali ditemukan oleh anak kandung korban Bernadus Dilon, 8 th yang hendak ke kali mati berjarak 50 meter dari kediaman almarhum.

Saat ditemukan, korban sudah tergantung dengan posisi leher terikat tali di dahan pohon kemiri yang sudah tumbang dengan jarak sekitar 2 meter dari permukaan tanah.

Kronologi Kejadian

Kapolres Ende AKBP. Albertus Andreana, melaui Kapolsek Wewaria Ipda. Dance Dima saat dikonfirmasi media ini via telpon mengatakan, kejadian bermula ketika korban berpamitan kepada Istri Bernadita Sero dan anak kandungnya Bernadus Dilon Tefa untuk pergi ke kebun.

Korban mengambil parang, yang mana parang tersebut sudah berada dalam sarung parang dan korban langsung membawa parang tersebut dengan menggunakan tali sandang untuk pergi ke kebun yang berjarak sekitar 1 kilo meter dari rumah korban dengan berjalan kaki, dan mengikuti akses jalan yang lebih cepat dengan melewati kali mati di belakang rumah Korban.

Pada Jam 16.00 Wita Anak Kandung Korban hendak pergi ke kali mati yang berada di belakang rumah yang jaraknya sekitar 50 meter langsung kaget melihat Korban yang sudah tergantung, dengan cara mengikat tali di lehernya dengan mengunakan tali sandang parang di atas dahan pohon kemiri yang sudah tumbang dengan ketinggian kurang lebih 2 meter dari tanah, dan posisi korban tergantug dengan berpakaian celana pendek warna merah dan baju kameja warna coklat.

Pada Saat itu juga Saksi langsung kembali ke rumah untuk memberitahukan kepada Ibunya, bahwa ayahnya gantung diri di pohon.

Mendengar informasi tersebut, saksi langsung bergegas menuju ke tempat TKP

Setibanya di TKP, istri korban dan saksi 2 langsung mengambil parang milik korban yang berada di bawah tanah memotong tali sandang tepatnya yang terikat pada leher korban untuk menyelamatkan Korban.

Setelah tali di potong, korban langsung direbahkan ke tanah oleh saksi 2 yang mana kondisi korban sudah tidak bernyawa lagi.

Pada Jam 16.30 Wita Saksi 3 Siprianus Karo, yang juga warga dusun Jitapanda menghubungi Kapolsek Wewaria via telepon dan melaporkan kejadian tersebut untuk ditindaklanjuti.

Selanjutnya piket SPKT bersama Unit Intelkam yang dipimpin Kapolsek Wewaria mendatangi TKP untuk melakukan olah TKP.

Pukul 17.00 Wita, jenazah almarhum di evakuasi dan dibawa ke Puskesmas Mukusaki untuk mendapatkan Visum Et Repertum

“Korban murni bunuh diri dan pihak keluarga juga mengiklaskan dan tidak mempermasalahkan kejadian ini” terang Kapolsek Wewaria Ipda Dance Dima.

Korban meniggalkan seorang isteri dan 2 orang anak.

Reporter: Oby Tani
Editor: Mikael Riberu

News Feed