oleh

Kepala BRI Unit Pada-Lembata, Diduga Melanggar Kode Etik Perbankan, Polres Sikapi Serius

Zonalinenews.Com-Larantuka, Pernyataan demikian diutarakan Philipus Pepy Fernandez, SE., M.Ec.Dev dosen  Analisis Perbankan.

“Kepala BRI Unit Pada  diduga melanggar Kode Etik Perbankan sesuai UU No. 7 tahun 1992 Pasal 1 Alinea 17 dan 28”,  jelas Fernandez.

“>Dia menilai, pengambilan sejumlah uang secara sepihak dan rekening tersebut bukan sebagai jaminan hutang.

“Walaupun suami istri wajib bertanggung jawab terhadap hutang bank, tetapi yang menjadi hutang dan jaminan yang secara otomatis terkoneksi dengan sistem itu kan rekening suaminya, bukan istrinya. Apalagi ini kesalahan transferan,  dari pihak lain yang masuk ke rekening lain,  dimana rekening pemilik tersebut  suaminya untuk hutang di bank. Mengapa yang bersangkutan tidak disampaikan sebelumnya saat penarikan sejumlah uang untuk menutup hutang  suaminya?.
Apalagi sebelumnya, sudah ada pendekatan dari kedua pihak bahwa itu kesalahan transferan, tetapi tidak diselesaikan secara baik-baik,” sesalnya menerangkan.
Dalam catatan Fernandez,
seorang bankir tidak boleh  menyalahgunakan wewenangnya untuk kepentingan pribadi (a banker should not abuse the given authority for personal purposes).
Bankir tidak dibenarkan mengambil manfaat, kesempatan atau menyalahgunakan wewenang untuk kepentingan pribadi/orang lain yg akan merugikan kepentingan bank dan masyarakat.
Selain itu bankir, menghindarkan diri dari keterlibatan pengambilan keputusan dalam hal terdapat pertentangan kepentingan. Menjaga kerahasian nasabah dan banknya,  melindungi segala informasi maupun data nasabah bank yang tercatat pada dokumen bank yang wajib dirahasiakan.
Menanggapi persoalan nasabah vs BRI Unit Pada-Lembata-NTT, Pimpinan Cabang BRI Larantuka Marco Arif buka suara. Ia mengatakan, kejadian salah transfer tidak menjadi tanggungjawab BRI. Sementara penarikan uang di rekening  penjamin oleh pihak BRI-Pada, berdasarkan kode etik.
“Kesalahan salah transferan itu bukan tanggung jawab kami, tetapi sesungguhnya karena Husniana di dalam rekening ada sejumlah uang yang masuk ya itu menjadi tanggung jawab dia sebagai istri penjamin, dan secara kode etik dibenarkan kami lakukan penarikan dan  membayar sebagian tunggakan dari hutang suaminya, walaupun dalam rekening suami-istri yang berbeda karena sesuai dengan Surat Penagihan Hutang (SPH).
Menyikapi Kepala Unit BRI Pada Kecamatan-Nubatukan-Kabupaten Lembata, yang telah diperiksa Kepolisian setempat, Marco mengatakan menghotmati proses hukum.
“Untuk urusan Umiyana kami tidak tau, dan juga kami berharap dapat diselesaikan secara kekeluargaan, tetapi kalau tidak pun kami ikuti saja proses hukum,” ujarnya pasrah.
Dikonfirmasi terpisah, Jum’at 4 Juni 2021, Kapolres Lembata AKBP. Yoce Marten melalui Kasat Reskrim Iptu. Komang Sukamara, mengatakan pihak BRI memiliki itikad baik menyelesaikan secara kekeluargaan.
“Kita sudah lakukan pertemuan dengan pihak BRI Lewoleba termasuk pemanggilan Pinca Larantuka. Hasilnya BRI unit Pada, meminta agar persoalan ini diselesaikan secara kekeluargaan. Saat ini BRI Lewoleba,  menunggu masukan BRI Cabang Larantuka,” terang Sukamara.
Menurut Kasat Reskrim, terpenting adalah adanya penyelesaian.
“Silahkan yang penting ada penyelesaian jangan sampai tidak  ada niat baik  untuk menyelesaikan.  Terkait  kapan waktunya, perlu disepkati kedua bela-pihak. (*RS).

News Feed