oleh

Dualisme Kepemimpinan PGRI NTT Berujung Pengadilan, Mantan Sekretaris Pusat Kaget

Zonalinenews-Kota Kupang, – Mantan Sekertaris PGRI Pusat Dr. Putra Nugraha yang saat ini menjabat sebagai majelis harian YPLP PGRI Pusat kaget soal dualisme kepengurusan PGRI NTT berakhir di pengadilan.

 

Hal ini terungkap saat Putra memberikan keterangan sebagai saksi di Pengadilan Negeri (PN) Klas 1A Kupang, Selasa, 08 Juni 2021 terkait sidang sengketa merk dengan terdakwa Antonius Kato.

 

Putra mengaku bahwa awalnya ia mengetahui permasalahan dualisme kepengurusan PGRI NTT, namun sepengetahuannya masalah itu telah diselesaikan dengan baik.

 

Putra melanjutkan bahwa setelah mendengar dari pengurus PGRI NTT bahwa Universitas tandingan juga menerima mahasiswa baru, YPLP PGRI Pusat mencoba untuk memediasi keduanya namun tidak membuahkan hasil.

 

Ketika ditanya hakim apakah saksi mengetahui yang mengangkat Rektor Universitas tandingan tersebut, saksi menjawab tidak mengetahui karena menurutnya yang berhak mengangkat rektor PGRI adalah pengurus YPLP PGRI Pusat.

 

Menurut Putra, Sam Haning adalah rektor PGRI NTT yang sah seperti yang diketahuinya.

 

Menanggapi hal itu Hakim Ketua Fransiskus Mamo kembali meminta saksi untuk hadir di persidangan berikut yang dijadwalkan Jumat, 20 Juni 2021 mendatang dengan membawa logo PGRI Pusat untuk dibandingkan dengan universitas tandingan tersebut.

 

” Saya minta saksi hadir di minggu berikut dengan membawa logo yang menurutnya ini logo asli,” Tegas Fransiskus.

 

Sementara saksi Alexander Leksi Tungga

salah satu dosen PGRI NTT dalam keterangannya membenarkan antara Rektor Sam Haning dan Anton Kato bekerja di Universitas PGRI NTT namun karena perbedaan akhirnya muncullah dualisme kepemimpinan.

 

“Universitas PG 45 di bawah kepemimpinan Sam Haning dan Universitas tandingannya di bawah kepemimpinan Anton Kato,” tuturnya.

 

Alexander melanjutkan bahkan universitas tandingan tersebut juga melakukan rangkaian kegiatan yang sama dengan Universitas PG 45 NTT.

 

Untuk diketahui bahwa persidangan tersebut dihadiri anggota majelis hakim Reza Tyrama dan A. A. Gde Oka Mahardina serta kuasa Hukum terdakwa Nita Juwita dan Oki Bano. (Tim*)