oleh

Biaya Rapid Turun, Usai Disidak Wabub Flotim Agus Boli

ZONALINENEWS.COM, LARANTUKA – Pergerakan penyebaran virus covid-19 yang sangat cepat, disertai dampak ikutan di Kabupaten Flores Timur Flotim)-Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perhatian serius pemerintah setempat dengan menelurkan berbagai kebijakan.

Perbedaan harga rapid antigen dan swab PCR diberbagai daerah, menjadi sorotan dan dikeluhkan warga.

Alasan itu pula, Wakil Bupati Flotim Agustinus Payong Boli, melakukan sidak terhadap 2 Laboratorium Klinik berbeda, Mahardika dan Klinik Pratama Santa Theresia-Larantuka.

Klinik Mahardika, menetapkan tarif sebesar Rp. 275.000,- (dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) untuk sekali rapid.

Di Mahardika, Wakil Bupati tidak berhasil bertemu dengan pemilik karena tidak berada di tempat.

Melalui saluran telepon, Agus Boli meminta pemilik segera menurunkan biaya rapid dari Rp. 275.000,- (dua ratus tujuh puluh lima ribu rupiah) menjadi Rp. 200.000,- (dua ratus ribu rupiah) terhitung sejak hari ini, Kamis 24 Juni 2021.

Permintaan tersebut, diamini oleh pemilik.

Menurut Boli, harga 200 ribu dinilai wajar setelah melalui kalkulasi berbagai pertimbangan.

“Saya mempertimbangkan aspek bisnisnya, untung ruginya mereka kita pertimbangkan, karena ada karyawan dan lain sebagainya. Aksi pelayanan sosial, tanggungjawab sosial juga kita pertimbangkan sehingga berdasarkan hitungan saya ya, Rp. 200.000,- masih laik,” kata Boli.

Hal penurunan harga serupa, juga disepakati pihak Klinik Pratama St. Theresia.

“Saya senang karena apotik dua-duanya setuju. Sidak berhasil karena untuk kepentingan rakyat,”

“Nanti kita akan ikuti dinamika ke depan. Jika meningkat tajam, maka bisa turun lagi,” sambungnya.

Kendati demikian, Wakil Bupati mewanti-wanti kepada kedua Klinik untuk tetap konsiten dengan besaran biaya yang telah disepakati.

“Jika masih melawan, ijin operasionalnya akan kita evaluasi,” tegas Wabup Agus.

Jika nanti, banyak orang bertanya mengapa pemerintah baru sekarang melakukan sidak? Baginya, hal tersebut bukan masalah.

“Kalau orang bertanya kenapa baru sekarang? Tidak masalah, dari pada tidak melakukan,”tutupnya.

Sebelumnya, Bupati Flores Timur Antonius Hubertus Gege Hadjon, telah menerbitkan surat edaran mewaspadai resiko penularan inveksi corona virus, nomor : DISHUB 554/84/Sekret/2021, Selasa, 22 Juni 2021.

Isi salah satu edaran tersebut, mewajibkan setiap pelaku perjalanan yang masuk ke Flotim harus menunjukan hasil rapid test antigen negatif atau swab PCR negatif, terhitung mulai tanggal 1 Juli 2021. (*Mikael.Riberu).

 

News Feed