oleh

Akui Kekeliruan, BRI Unit Pada-Lembata Kembalikan Uang Dahlia

Zonalinenews.Com-Lewoleba, Perselisihan antara Dahlia Manunu dan BRI Unit Pada-Kecamatan Nubatukan- Kabupaten Lembata-Nusa Tenggara Timur (NTTT) berakhir damai.

Perdamaian kedua belah-pihak, ditandai dengan pengembalian sejumlah uang milik korban Dahlia Manunu oleh pihak BRI Unit Pada-Lembata sebesar Rp.20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) diikuti pencabutan Laporan Kepolisian Dugaan Penggelapan, berlangsung di Polres Lembata Kamis, 17 Juni 2021 disaksikan Hasriana Manur dan Umiana.

Usai mendapatkan kembali haknya, Dahlia bersedia mencabut Laporan Kepolisian Dugaan Penggelapan dengan No. Nomor : LP / 22 / IV / Res 1.24. / 2021 / NTT / Res Lembata, Tanggal 13 April 2021.

“Saya selaku pimpinan BRI Unit Pada, sudah kembalikan uang berjumlah 20.000.000 dan kami meminta kepada yang bersangkutan untuk menarik Laporan Kepolisian dan semua menjadi beres,” beber Kristo, pimpinan BRI Unit Pada kepada media ini diwaktu yang sama.

Senada dengan Kristo, korban Dahlia Manunu mengamini penyelesaian yang telah ditempuh.

“Pihak BRI Unit Pada sudah mengembalikan uang saya. Bersama dua orang saat saya salah transfer, kami juga bersedia untuk melakukan pencabutan berkas laporan kepolisian tersebut,” terang Manunu.

Berbicara kepada media mewakili Kapolres Lembata AKBP. Yoce Marten, Kasat Reksrim. Iptu. Komang Sukamara membenarkan telah terjadi proses penyelesaian masalah kedua belah-pihak hingga berakhir damai.

“Kasus dugaan penggelapan yang dilaporkan oleh saudari Dahlia Manunu terhadap pihak BRI Unit Pada-Lembata, korban dan pihak BRI bersepakat menyelesaikan kasus tersebut secara kekeluargaan dan membuat surat pernyataan damai yang mana, surat pernyataan damai disaksikan oleh saudari Hasriana Manur dan saudari Umiana
Pihak BRI unit pada telah mengembalikan uang milik korban sebesar Rp. 20.000.000 ,- (dua puluh jita rupiah).
Korban telah membuat surat permohonan penarikan laporan polisi,” pungkas Sukamara.

Perselisihan antara Dahlia dan pihak BRI Unit Pada-Kecamatan Nubatukan-Lembata pada Mei 2021 silam, berawal dari kekekeliruan Dahlia mentransferkan sejumlah uang bukan kepada rekening yang dituju.

Mengetahui kejadian tersebut, Dahliapun melakukan pendekatan kepada pihak BRI-Pada untuk mendapatkan kembali uangnya.

Akan tetapi, upayanya mengalami kebuntuan. Pihak BRI enggan mengembalikan uang miliknya dengan alasan, pemilik rekening tersebut merupakan rekening penjamin debitur salah satu nasabah.

Keengganan dan sikap bersikukuh BRI dimaksud, sempat menjadi sorotan Pengamat Perbankan Nasional.

Pengamat menilai, peristiwa tadi menyalahi kode etik perbankan.

Merasa kesal, Dahlia akhirnya menempuh langkah hukum, melapor ke aparat kepolisian dengan dugaan penggelapan.

Di tangan polisi, melalui sejumlah penyidikan berdasarkan Surat Perintah Penyelidikan Nomor: Sp.Lidik / 51 / IV /Res.1.24 / 2021 / Reskrim, Tanggal 13 April 2021 akhirnya pimpinan BRI Unit-Pada bersedia mengembalikan uang milik Dahlia senilai Rp. 20.000.000,- (dua puluh juta rupiah) diikuti pencabutan Laporan Polisi oleh korban.

Dengan demikian, perselisihan keduanya telah berakhir damai.
Reporter: Rita Senak
Editor: Mikael Riberu

News Feed