oleh

Plan Indonesia Berikan Trainning Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yang Inklusif

ZONALINENEWS.COM – KUPANG, Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) bekerja sama dengan Pemerintah daerah Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) mengajak para Guru dan Komite Sekolah dari 10 sekolah dampingan Project WASH SDGs for COVID-19 Inclusive Intervention (WISE) untuk semakin menyadari pentingnya Sanitasi Total Berbasis Masyarakat Manajemen Kebersihan.

Menstruasi (STBM-MKM) di sekolah di tengah penyebaran pandemik COVID -19. Sebagai tindak lanjut dari maksud tersebut, diadakankanlah kegiatan sosialisasi mengenai pentingnya STBM-MHM yang inklusif dan edukasi pencegahan penyebaran pandemik COVID-19 pada sekolah- sekolah dampingan.

Sebagai salah satu persiapan masuk sekolah kembali di tengah pandemi COVID-19, ketersediaan air di toilet dan sarana cuci tangan menjadi suatu hal penting yang harus diperhatikan pihak sekolah. Selain itu manajemen kebersihan menstruasi untuk para remaja perempuan yang tengah bersekolah juga merupakan sesuatu yang harus mendapat perhatian tersendiri karena hal tersebut akan mempengaruhi kesehatan reproduksi mereka.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi alat supaya para guru dan komite sekolah dapat semakin mengerti akan pentingnya sanitasi yang inkusif dan berkesetaraan gender yang layak di sekolah sehingga para murid dapat mengikuti kegiatan belajar mengajar dengan baik,” Kata Adi Tuaty, WISE District Project Officer Plan Indonesia di Kota Kupang, Kamis 6 Mei 2021.

Selain itu, pihak Plan Indonesia juga berharap adanya peningkatan pemahaman dari semua pemangku kepentigan tentang pentingnya STBM-MHM di sekolah, sehingga persiapan berbagai fasilitas yang mendukung STBM-MHM di sekolah yang sesuai dengan keadaan pandemik COVID-19 dapat dimaksimalkan.

Adapun Tentang Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) mulai bekerja di bawah Plan International sejak 1969 dan resmi menjadi Yayasan Plan International Indonesia (Plan Indonesia) pada 2017. Dimana Yayasan Plan Indonesia bekerja untuk memperjuangkan pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan. Plan Indonesia mengimplementasikan aktivitasnya melalui empat program, yaitu Perlindungan dan Tumbuh Kembang Anak, Kesehatan dan Agensi Remaja, Ketenagakerjaan dan Kewirausahaan Kaum Muda, serta Kesiapsiagaan Bencana dan Respons Kemanusiaan. Dan telah bergerak dan bekerja di 7 provinsi, termasuk di Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, DKI Jakarta, Jawa Tengah, dan Jawa Barat, dengan target untuk memberdayakan 1 juta anak perempuan. Selain itu, Plan Indonesia juga membina 36 ribu anak perempuan dan laki-laki di Nusa Tenggara Timur.

Sedangkan Plan International adalah organisasi pengembangan masyarakat dan kemanusiaan internasional yang berfokus pada pemenuhan hak anak dan kesetaraan anak perempuan. Dimana Plan International memperjuangkan sebuah dunia yang adil untuk pemenuhan hak anak dan kesetaraan bagi anak perempuan, bekerja bersama anak, kaum muda, masyarakat dan mitra.

Plan International bekerja bersama anak-anak, kaum muda dan masyarakat untuk mengatasi akar masalah diskriminasi terhadap perempuan, eksklusi dan kerentanan. Dengan capaian, pengalaman dan pengetahuan, Plan International mendorong perubahan dalam praktek dan kebijakan tingkat lokal, nasional dan global.

Plan International tidak berafiliasi dengan agama, organisasi politik atau pemerintahan tertentu. Lebih dari 80 tahun, Plan International membangun kemitraan yang kuat untuk hak anak. Dan saat ini Plan International bekerja di lebih dari 70 negara di dunia. (RR)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT