oleh

Mengendus “Jalur Tikus” Pengiriman Sapi di Manggarai

Zonalinenews-Manggarai,- Pasca penangkapan dua kapal motor pengangkut sapi dari NTT  yang diamankan TNI Angkatan Laut (TNI-AL) bersama BIN di perairan Bonto Bima, Propinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menghebokan jagad maya.

Dikabarkan, bahwa 92 ekor sapi itu tidak memiliki dokumen izin resmi sehingga patut diduga proses pengirimannya menggunakan “jalur tikus”.

Kepala Syahbandar Reo, Christofel Kinbenu membantah adanya pengiriman  sapi yang tidak memiliki izin resmi dari pelabuhan Kedindi Reo, Kabupaten Manggarai.

“Kami tidak pernah mengeluarkan izin terhadap kapal pengangkut barang ilegal apalagi kapal pengangkut sapi ilegal. Mungkin mereka menggunakan “jalur tikus”, “kata Kinbenu kepada wartawan di ruang kerjanya.

Ia memastikan, bahwa semua kapal pengangkut barang maupun sapi antar pulau yang melalui pelabuhan Kedindi Reo sudah memenuhi Standar Operasional Prosedur (SOP).

“Terkait dua kapal pengangkut sapi yang bermasalah itu tidak terdaftar di pelabuhan Kedindi Reo,” terangnya.

Penelusuran Zonalinenews, Sabtu 20 Februari 2021 menguak sejumlah fakta tentang dugaan pelabuhan “jalur tikus” untuk pengiriman sapi ke Bima, Nusa Tenggara Barat.

Tim media ini tiba di salah satu lokasi tempat penampungan sapi milik CV. Difani Jaya yang terletak di Jalan Nanga Nae, Desa Parlando, Kecamatan Reok Barat, sekitar pukul 05.00 WITA.

Haji Mustagi Puna, pemilik lahan penampungan sapi menjelaskan, hampir semua sapi yang akan dikirim ke Bima ditampung sementara di lahan miliknya.

Ia mengaku, tanah itu sudah dikontrak oleh CV. Difani Jaya melalui oknum Polair yang bertugas di Reok sejak tahun 2019 dengan nilai kontrak Rp. 2.500.000 per tahun.

“Kalau nama panjangnya (nama lengkap) saya tidak tahu tetap kalau nama anunya (nama sapaan) pa Yans,” ujar pria tua itu kepada Zonalinenews di kediamannya.

Menurut dia, lahan miliknya dijadikan tempat penampungan sementara tetapi proses pengirimannya dilakukan di muara.

“Informasi yang diperoleh dan sejauh  pengamatan saya sapi itu akan dikirim ke Bima menggunakan kapal kecil,” jelasnya.

Pantauan wartawan, bahwa muara kali Wae Kuli yang diduga menjadi tempat pengiriman sapi ilegal itu terletak di Kampung Nanga Nae, Desa Paralando, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Akses jalan masuk menuju lokasi “jalur tikus ini” sekitar kurang lebih 300 meter. Kondisi jalan belum diaspal.

Sementara itu, Pjs. Kepala Desa Porlando, Paulus Harto menegaskan, aktivitas CV. Difani Jaya selama ini tidak pernah dilaporkan ke aparat desa.

Keberadaan CV. Difani sebagai tempat penampungan sapi di Nanga Nae diketahui ketika ada pengaduan dari masyarakat.

“Ada isu bahwa itu kan ilegal, makanya saya pernah panggil untuk pemeriksaan terkait surat izin .Ternyata surat izin itu hanya untuk penampungan sapi. Kalau untuk lokasi pengiriman sapi saya tidak tahu,” kata Harto di kediamannya, Sabtu Sore 20 Februari 2021.

Kepada warga, ia meminta, untuk segera melapor ke pihak berwajib apabila ada kegiatan atau aktivitas pengiriman sapi melalui jalur tikus.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Mangggarai, Dan Konstantinus kepada Zonalinenews mengatakan, kegiatan pengiriman sapi yang diduga tanpa mengatongi surat izin itu tidak diketahui oleh dinas terkait.

Ia mengatakan, Dinas Peternakan sudah berkoordinasi dengan pihak Karantina yang berlokasi di Reok.

“Mereka juga tidak tahu,” tukas Konstantinus.

Sejauh ini, kata dia, pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi.

Ia mengetahui persoalan ini ketika diinformasikan oleh Dinas Peternakan Propinsi Nusa Tenggara Timur.

“Apabila CV yang diduga melakukan pengiriman sapi ilegal merupakan mitra kami, maka akan dikenakan sanksi,”tandas Kadis Konstantinus melalui thelepone selulernya.

Ketika dikonfirmasi melalaui pesan WhatsApp, oknum anggota Polair, Yans yang bertugas di Reok itu belum memberikan tanggapan.

“Maaf sodaraku (saudaraku) sy (saya) baru bls (balas) besok saja ketemu klw (kalau) boleh biar lebih jelas,” pintanya. (*Kons Hona)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed