oleh

Ketua PN Larantuka Dilaporkan ke Komisi Yudisial Terkait Sita Eksekusi

Zonalinews.com- Kupang,- Seusai mengklarifikasi ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Kupang, nasabah BPR Larantuka, Lilis Keraf bersama kuasa hukumnya, Bernadus Platin mendatangi kantor Komisi Yudisial (KY) Penghubung Wilayah NTT, Kamis Pagi (18/2/2021).

Kedatangan Lilis dan kuasa hukumnya disambut Ketua KY NTT, Hendrikus Ara, SH.MH dan anggota KY bidang pengaduan masyarakat, Asnat Norani Etidena.

Kepada wartawan usai menyerahkan berkas pengaduannya kepada KY , Lilis Keraf mengatakan sebagai masyarakat ia merasa tidak mendapat keadilan di Pengadilan Negeri Larantuka. Pasalnya, putusan sita eksekusi dari PN Larantuka tidak mewujudkan keadilan bagi masyarakat dan cenderung berat sebelah.

“Saya merasa tidak ada keadilan, merasa tertekan, apalagi Psikologi anak-anak saya terganggu karena saat pemasangan plang itu berlangsung, BPR Larantuka membawa RT/RW, Lurah polisi dan TNI. Saya ini bukan teroris, saya ini orang Larantuka yang masih bermukim di sini, jangan begitu caranya, apalagi sita eksekusi yang dikeluarkan PN Larantuka sebelum jatuh tempo perjanjian kredit, dimana batas perjanjian kredit jatuh tempo pada 28 September 2021. Anehnya, gugatan BPR ke PN Larantuka jauh sebelum batas perjanjian. Selama ini saya tetap angsur meskipun tidak sesuai besaran angsuran,” ungkapnya.

Ia bersama suami berharap plang sita eksekusi yang masih terpasang di rumahnya segera dicabut, karena ia menilai sudah cacat dan melanggar aturan hukum.

Dikatakannya, selama proses mediasi, dirinya punya niat baik membayar tapi ditolak, bahkan BPR malah memaksa dirinya dan suami menandatangani berita acara yang mewajibkan saya bayar Rp 570 juta cash, dalam tempo 14 hari.

“Saya menilai pengadilan ikut saja kemauan BPR. Penetapan perhitungan apprisal juga tanpa pengetahuan saya dengan suami sebagai debitur, ini jelas menyalahi aturan yang berlaku,”sambungnya.

Sementara itu, Ketua KY NTT, Hendrikus Ara melalui Asisten Penghubung KY Wil. NTT Bagian Penerimaan Laporan Dan Pengaduan Masyarakat Asnat Norani Etidena S.H mengatakan telah menerima pengaduan dari nasabah BPR.

“Pengaduannya sudah kami terima dan akan segera ditindaklanjuti sesuai aturan yang berlaku,” tandasnya.

Pimpinan BPR Bina Usaha Dana Kabupaten Flores Timur , Kamis 18 Februari 2021 siang dikonfirmasi wartawan terkait dengan persoalan pinjaman nasabah Ricardus Ricky Loe oleh salah seorang staf menyatakan bahwa saat ini lagi audit virtual dari KAP untuk persiapan LHP ke Pemda.

“Untuk saat ini belum bisa,” tutur Kornelis Liwu kepada wartawan. (*RR/jawit)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed