oleh

Kisah Anak Kost di Kota Kupang NTT

Zonalinenews-Kupang,- Buat kamu perantauan pasti tak asing dengan istilah “anak kost”. Hidup di kost sendiri bukanlah perkara yang mudah. Banyak hal serta tantangan yang bakal dihadapi. Meski begitu, kost akan membuat sebuah kenangan serta pembelajaran yang tidak akan kamu lupakan dalam hidupmu. Begitupun dialami mahasiswa dan mahasiswi di Kota Kupang yang ngekos.

Delviana Klarisa (21) gadis cantik asal kabupaten Sabu Raijua, mahasiswi Universitas Nusa Cendana (Undana) Kupang memilih kost di jalan H. R. Koroh RT 15 RW 06 Kelurahan Oepura Kecamatan Maulafa Kota Kupang NTT, dengan alasan biar dekat teman-teman walaupun Delviana harus menumpang mobil angkutan umum (Bemo) untuk bisa sampai di kampus yang terletak dekat kawasan kantor Walikota Kupang.

Delviana Klarisa kepada wartawan, Jumat 8 Janauari 2020 menjelaskan suka-duka di kos sudah dialaminya, beruntung ia ngekos dalam satu lingkungan dengan teman, sehingga bila mengalami kesulitan bisa saling membantu.

“Kiriman orang tua untuk bayar kos dan biaya kuliah bisa terpenuhi. Terkadang kesulitan soal kebutuhan sehari-hari dan makan minum, namun karena dekat dengan teman kita saling berbagi,” ungkap putri dari Bapak Philpuns Gah dan Ibu Bertadinda Rihi Ga.

Selain belajar dan mengerjakan tugas kampus, kebiasaan Delviana di kost adalah menonton acara favoritnya yaitu Drakor (Drama Korea), tidur dan jalan bersama teman-teman

Pada kesempatan itu juga Delviana mengucapakan terimakasih kepada kedua orang taunya yang telah membesarkan dari kecl hingga saat ini dan membiaya dirinya sekolah sekarang dengan biaya yang banyak telah dikeluarkan, dirinya janji akan membahagiakan kedua orang tuanya.

Sementara itu, Septian Ading Pratama mahasiswa yang ngekos di Kota Kupang asal kabupaten Manggarai menceritakan pengalaman suka duka selama di kost.

Kepada wartawan Septian Ading Pratama mengaku pernah mengalami kondisi tidak makan seharian lantaran beras habis bahkan uang kiriman orang tua juga habis sehingga ketika dirinya meminta ke orang tua juga belum ada uang.

“Kami tidak makan sehari klantaran beras dan uang habis,” ungkap Septian.

Kenangan yang tak pernah bisa dilupakan di kos kata Septian Ading, adalah ketika duduk berkumpul bersama teman kos.

“jika kekurangan kami anak kost saling bantu,” ungkap tutur. (*Aprison, Hanafi, Andri)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT