oleh

Angga Silitonga Perkenalkan Teknik Bela Diri Muay Thai

Zonalinenews-Kupang,- Di sore itu, Selasa 19 Januari 2021 saya mengunjungi tempat latihan Muay Thai di kawasan RT 27 RW 08 Kelurahan Oetete kampung baru Kecamatan Oebobo Kota Kupang NTT. Kedatangan ku disambut hangat pelatih Muay Thai NTT Angga Silitonga dan muridnya.

Sebelumnya tentang bela diri Muay Thai telah diberitakan dengan judul Angga Silitonga Rintis Cabang Bela Diri Muay Thai di NTT.Namum saya penasaran dengan jenis bela diri ini, sehingga pada kesempatan itu secara dekat saya ingin melihat teknik-teknik bela diri tersebut.

Dengan senang hati, Angga Silitonga pelatih sekaligus perintis Muay Thai di NTT memperkenalkan teknik Utama Muay Thai (Mae mai), teknik minor (Luk mai), teknik tendangan (Tae) dan teknik pukulan (Chok) serta sejarah bela diri Muay Thai.

Menurutnya Muay Thai atau tinju Thai (bahasa Thai; มวยไทย), adalah salah satu beladiri asal Thailand yang sebelumnya adalah nama dari sebuah kerajaan yang ada di Thailand. Seiring berjalannya waktu, Muay Thai berkembang hingga menjadi olahraga Nasional di Kerajaan Thai. Muay Thai sendiri turunan dari bela diri Muay Boran (tinju kuno), yang adalah sebuah metode pertempuran tangan kosong yang mungkin telah digunakan oleh tentara bangsa Siam setelah kehilangan senjata mereka di pertempuran. Namun ada juga yang percaya bahwa Muay Thai diciptakan oleh militer bangsa Siam dari seni bela diri berbasis senjata atau Krabi krabong. Praktisi Muay Thai mengklaim bahwa olahraga itu sendiri telah ada selama dua ribu tahun di Kerajaan Thai. Sekilas Muay Thai dan kickboxing memiliki teknik pertarungan yang hampir sama.

Dikatakanya, seiring dengan perkembangan jaman Muay Boran atau tinju kuno mengalami banyak perubahan hingga muncul lah Muay Thai modern yakni Muay combat sport. Gerakan pukulan dan tendangan dari Muay combat sport sendiri banyak dikombinasikan dengan gerakan dari Tae Kwon do, dan karate sehingga pada akhirnya dinyatakan sah dalam kompetisi resmi.

Teknik bertarung dari Muay Thai sendiri dibagi menjadi dua macam, yang pertama adalah teknik utama (Mae mai) dan teknik minor (Luk mai). Muay Thai sendiri hampir sebagian besar teknikal nya menggunakan gerakan seluruh tubuh, memutar pinggul dengan setiap tendangan, pukulan, siku dan tangkisan.

Pada kesempatan itu, Angga Silitonga yang merupakan perintis bela diri Muay Thai di NTT menjelaskan, gerakan dalam bela diri ini umumnya hanya beberapa, namun gerakan-gerakan tersebut di kombinasikan dengan gerakan pada olahraga bela diri lainnya sehingga muncul variasi gerakan lainnya. Berikut beberapa teknik dasar bela diri Muay Thai.

Tendangan (Tae).

Tendangan dasar dalam Muay Thai dibagi dalam beberapa macam antara lain; Tendangan lurus (straight kick), tendangan putar ( Roundhouse kick), tendangan loncat ( jump kick), tendangan diagonal (diagonal kick), tendangan naik (step-up kick). Salah satu tendangan yang sering digunakan adalah tendangan samping, yang memungkinkan petarung dalam mengutamakan kekuatan keseimbangan yang terletak pada rotasi pinggul dan kaki yang menjadi tumpuan. Sasaran utama dari tendangan ini adalah tulang kering, rusuk dan kepala dari lawan.

Pukulan (Chok).

Pukulan dalam Muay Thai umumnya adalah pukulan pendek (Jab), pukulan ayun ( Swing), pukulan belok (Hook), dan pukulan ke atas (uppercut) dan pukulan ke belakang berputar (spinning backfist), pada dasarnya sebagai pukulan tersebut juga kombinasi dari pukulan ala barat.

Siku lengan (Tae sok)

Sikuan dalam Muay Thai sendiri dibagi dalam beberapa gerakan antara lain; siku berputar (spinning elbow), siku ke atas (uppercut elbow), siku ke depan (elbow thrust) dan beberapa gerakan lainnya.

Dengkul/lutut (Tee kao)
Menurut Angga, Salah satu gerakan yang identik dengan Muay Thai dan sekaligus mematikan bagi lawan adalah dengan menggunakan lutut, salah satunya adalah gerakan Kao tone (serangan lutut lurus), gerakan ini dimulai dengan menyodor lutut ke depan tetapi tidak ke atas, kecuali ia memegang kepala lawan ke bawah dalam pitingan dan berniat untuk mendengkul ke atas, ke wajah lawan, dan beberapa gerakan dasar lainnya.

Dorongan kaki (Teep)
Dorongan kaki harus dilancarkan dengan cepat tetapi dengan kekuatan yang cukup untuk menjatuhkan lawan dari keseimbangan. Hal ini juga untuk mengendalikan jarak atau serangan tangkisan.

Angga menambahkan, dalam pertandingan tinju, berpelukan atau clinch adalah kesempatan untuk mengatur nafas namun dalam Muay Thai saat seperti itu justru kesempatan untuk menjatuhkan lawan dengan serangkaian serangan menggunakan lutut dengan sasaran rusuk, paha dan perut lawan. Selanjutnya bisa membanting, hingga mendengkul ke atas dengan sasaran kepala lawan. Namun dalam teknik clinch, kepala tidak boleh lebih rendah dari bahu lawan dan dilarang untuk mengait kaki di belakang kakinya lawan.(*Andri/magang)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed