oleh

Kuasa Hukum Reyndhart Minta Kasus Ganja Medis Kliennya Dibabaskan

ZONALINENEWS.COM-KUPANG, Kuasa Hukum Reyndhart Rossy N. Siahaan terdakwa Kasus penyalahgunaan narkotika jenis Ganja pada tahun 2019 lalu, Bendry Jerri Jacob meminta kepada Majelis Hakim yang mulia pada kasus tersebut agar bisa memberikan hukuman yang seringan – ringannya kepada terdakwa. Sebab, kliennya mengunakan ganja tersebut untuk kepentingan medis karena penyakit yang dideritanya.

Menurut dia, kliennya tersebut memang bersalah melakukan tindak pidana “penyalahgunaan narkotika” sebagaimana dakwaan tunggal pasal 127 ayat (1) huruf a. UU No.35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
“Bahwa untuk itu selanjutnya bagian ini akan kami uraikan unsur-unsur tindak pidana tersebut untuk menjawab apakah terdakwa telah terbukti melakukan tindak pidana sebagaimana tuntutan penuntut umum sebagai berikut. Bahwa Barang Siapa/ Setiap Orang Bahwa “ setiap orang/ barang siapa di tujukan apabila orang tersebut terbukti memenuhi unsur tindak pidana yang di tuduhkan terhadap taerdakwa, unsur setiap orang/barang siapa” menunjukan kepada siapa orangnya yang harus bertanggung jawab atas perbuatan/ kejadian yang di dakwakan itu atau setidak- tidaknya mengenai siapa orangnya yang harus di jadikan terdakwa dalam perkara ini. Untuk diminta pertanggung jawaban dalam segala tindankannya, bawha surat perintah penangkapan, surat penahanan, surat dakwaan, dan surat tuntutan Jaksa Penuntut Umum kemudian pemeriksaan identitas terdakwa pada sidang pertama yang telah di benarkan oleh terdakwa adalah benar bernama Reyndhart Rossi N. Siahaan. Bahwa terdakwa Reyndhart Rossi N. Siahaan secara nyata dalam keadaan sehat jasmani dan rohani serta mengerti atas pertanyaan- pertanyaan yang di ajukan kepadanya, dengan unsur ini telah terpenuhi,” kata Bendry kepada wartawan di Kupang, 12 Juni 2020.

Selain itu jelas Bendry, penyalahgunaan narkotika golongan I bagi diri sendiri bahwa pengertian penyalahguna narkotika adalah orang yang menggunakan narkotika tanpa hak atau melawan hukum sehingga untuk menentukan suatu perbuatan itu bersifat tanpa hak atau melawan hukum, maka perlu diketahui terlebih dahulu dasar aturan hukum orang yang melegitimasi orang untuk bisa mempergunakan narkotika di dalam pasal 7 UU no. 35 tahun 2009 diisyaratkan bahwa narkotika hanya di gunakan untuk kepentingan pelayanan kesehatan.

“Bahwa berdasarkan fakta hukum yang terungkap di dalam persidangan yang di peroleh dari keterangan saksi, surat, petunjuk dan keterangan terdakwa terungkap fakta dalam persidangan bahwa benar dalam penyalagunaan narkotika golongan I tersebut di pergunakan bukan untuk kenikmatan sebagaimana pada umumnya penyalahgunaan narkotika / ganja yaitu mencari efek mamabukan dan halusinasi namun penyalagunaan narkotika dengan maksud pengobatan dan atau meredahkan sakit yang di derita terdakwa sejak tahun 2015 sampai dengan saat ini,” ungkap dia.

Lanjut Bendry, bahwa benar menurut keterangan saksi dalam fakta persidangan terdakwa sudah tiga kali melakukan pemeriksaan ke rumah sakit dan berdasarkan hasil pemeriksaan dokter terdakwa menderita sakit saraf terjepit yang sesuai dengan hasil pemeriksaan pada tanggal 10 Agustus 2015 di OMNI Hospital sesuai dengan hasil Radiologi atau CT Scan Nomor Registrasi RJ1508100084 yang sesuai dengan berkas perkara. Namun, sakit terdakwa kambuh pada akhir tahun 2018 karena pekerjaan terdakwa sebagai Kurir banyak mengangkat barang-barang berat sehingga terdakwa merasa tidak ada kemajuan pada kesembuhannya. Terdakwa lalu menemukan informasi melalui internet bahwa sakitnya dapat disembuhkan dengan mengkonsumsi ganja dan tujuan terdakwa membeli ganja tersebut untuk dipergunakan sendiri guna mengobati rasa sarafnya yang terjepit.

“Bahwa benar cara terdakwa menggunakan ganja tersebut ialah terdakwa mengambil daun ganja kering dengan ukuran segenggam lalu di rebus menggunakan air sekitar 400ml lalu direbus hingga airnya tersisa 200ml kemudian didinginkan air rebusan tersebut, setelah itu air rebusan daun ganja disaring lalu airnya diminum,” jelas Bendry.

Dia menambahkan, bahwa benar setelah meminum air rebusaan daun ganja tersebut rasa sakit pada saraf terdakwa hilang.

“Bahwa oleh karena causalitas daripada terdakwa menggunakan narkotika /ganja tersebut adalah tujuan mengobati dan meredakan rasa sakit yang dialami oleh terdakwa yang esensinya adalah nilai kemanusiaan maka adalah beralasan menurut hukum kepada terdakwa diberikan keringanan hukuman dan atau direhabilitasi sersuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku,” pinta Bendry. (*hayer)

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT

News Feed