oleh

Weak Law Enforcement

-Tak Berkategori

Kupang-Zone Line News. repatriation of migrant workers who often do not have the full document is regrettable Care Center Placement and Protection of Indonesian Workers (P3TKI), which is performed by actors who are not responsible. It was submitted to the Head of Departure BP3TKI, Jonathan Salukh in his office Wednesday June 12, 2013.

human-trafficking
According to Jonathan, weak enforcement of the Government, the Police and local authorities against perpetrators of human trafficking.
Jonathan insists. Justice in a case like this should really be in good standing with, because if not enforced properly then until whenever human trafficking will continue to run, “growing like mushrooms in the rainy season,”.
Jonathan Salukh BP3TKI explained by the data. PT. Recruitment agency authorized by the rules as much as 50 companies, but which operational to date as many as 45 companies in the region and the city of Kupang NTT. in the recruitment of prospective workers all come from remote areas that may lack knowledge of education. For that the prospective migrants easily deceived “by the lure of huge salaries wages easily misled prospective workers said, Jonathan Salukh. Actually, according to Jonathan prospective workers are heroes who need to be on guard of foreign exchange and is given adequate attention and training so that no illegal brokers who are looking for their own advantage.
Jonathan hopes to police and stakeholders in the case of human trafficking in order to be legally resolved in the courts so as to provide a deterrent for rogue brokers. “This case is like drug trafficking.” Can be seen but difficult dirabah. She said. (* samuel)

Indonesian Version

Lemahnya Penegakan Hukum

Kupang-Zona Line News. sering terjadi pemulangan TKI yang belum memiliki dokumen lengkap  sangat disesalkan pihak Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia ( P3TKI),  yang dilakukan oleh   oknum  yang  tidak  bertanggung jawab. Hal ini di sampaikan Kepala Bidang  Pemberangkatan BP3TKI,  Jonathan Salukh di ruang kerjanya  rabu 12 Juni 2013.

Menurut Jonathan,  lemahnya  penegakan hukum dari pihak Pemerintah, Kepolisian dan instansi-instansi  terkait  terhadap pelaku  yang melakukan perdagangan manusia.

Jonathan menegaskan. Keadilan dalam kasus seperti ini harus betul-betul di tegakan dengan baik , karena bila  tidak ditegakan  dengan baik maka sampai kapanpun perdagangan manusia akan terus berjalan, “bagaikan jamur yang tumbuh di musim hujan,’’.

Jonathan Salukh  menjelaskan menurut data  BP3TKI.  PT. PJTKI yang sah menurut aturan sebanyak 50  perusahan, tapi yang beroperasional sampai saat ini sebanyak  45 perusahaan di wilayah NTT dan Kota Kupang . dalam perekrutan  calon TKI semuanya berasal  dari daerah-daerah pelosok yang mungkin kurangnya pengetahuan pendidikan. Untuk itu para calon TKI mudah di tipu “  dengan iming-iming upah kerja gaji  yang besar calon TKI mudah diperdaya ungkap, Jonathan Salukh. Sebenarnya  menurut Jonathan para calon TKI ini adalah pahlawan devisa yang perlu di jaga dan di berikan perhatian serta  pelatihan yang cukup agar tidak ada calo-calo gelap yang mencari keuntungan sendiri.

Jonathan berharap kepada pihak  kepolisian  serta  pihak terkait agar dalam kasus perdagangan manusia dituntaskan secara hukum di pengadilan sehingga memberikan efek jera bagi calo-calo nakal tersebut. “kasus perdagangan manusia ini ibarat Narkoba.” Dapat dilihat tetapi sulit dirabah. Ungkapnya. (*samuel)

 

 

 

 

 

 

 

Penulis: zonaline news

Gambar Gravatar
Alamat Redaksi : Jalan Adisucipto Kompleks Perumahan RSS Oesapa Kota Kupang Blok P No 2 NTT