Home / Tak Berkategori

20 Bidang Tanah Milik Muhamadiyah di NTT Bermasalah

- Reporter

Sabtu, 21 Juni 2014 - 14:56

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews-Kupang,- Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur (NTT) saat ini memiliki  18 Pimpinan Daerah Muhammadiyah dari 21 kabupaten/kota. Muhammadiyah NTT kaya akan amal usaha beserta tanah  wakaf dan hak miliknya, namun tanah wakaf ini timbul  persoalan  baik secara internal maupun eksternal. Demikian diungkapkan Ketua Pimpinan Pusat  Muhammadiyah, Din Hamzah pada acara lokakarya Nasional Regional III  Bali,NTT , NTB wakaf Pertahanan dan wakaf Majelis  Harta Bendaan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang diselenggarakan Oleh Pimpinan Pusat Muhamadiyah.

Muhamadiyah seminar

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan ini berlangsung di Universitas Muhammadiyah Kupang  Sabtu –Minggu 22 – 23 Juni 2014 di Kupang Nusa  Tenggara Timur. Dengan Tema “Pemantapan Kepastian Hukum Hak Tanah dan Wakaf  di Lingkungan Persyarikatan Muhammadiyah.”

Dikatakan Din Hamzah , inti persoalan tanah milik  Muhammadiyah adalah proses untuk menjadi hak milik. “Untuk itu saya meminta agar pimpinan – pimpinan Muhamadiyah kabupaten/kota se-NTT , agar segera mempercepat proses status tanah yang dipersoalkan , sehingga  menjadi hak milik atas nama perserikatan,”pintanya.

Pada kesempetan tersebut , Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Prof. Dr. Sandy Maryanto  menyampaikan, Tanah-tanah milik Muhammadiyah harus diperhatikan dengan baik legalitasnya, untuk menghindari terjadinya persoalan – persoalan yang tidak diinginkankedepan.

Sementara  Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Ketua bidang Lahan Wakaf, Iswandi Halim di kesempatan itu menegaskan,Alasan Pimpinan Pusat Muhammadiyah menjadikan Nusa Tenggara Timur sebagai tuan rumah kegiatan adalah  Contoh pluralisme yang harus ditiru di daerah – daerah lain.

“Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Kupang kurang lebih   80% beragama non-muslim namun Mahsiswa ini merasa nyaman dan sejuk kuliah dan  bernaung di bawah panji Muhammadiyah, dan itulah yang sesuai dengan misi Muhamadiyah, ini harus dicontoh di kampus-kampus muhamadiyah lainnya di Indoensia, ”tegasnya.

Lebih Lanjut dikatakanya, Muhammadiyah NTT memiliki hubungan yang baik dengan pemerintah dan masyarakat setempat. Universitas Muhammadiyah Kupang sebagai tonggak untuk meningkatkan kesejahteraan dan telah terbukti melahirkan tokoh – tokoh nasional maupun lokal di perserikatan, umat maupun bangsa.

“ Banyak tanah – tanah Muhammadiyah  NTT yang nganggur yang perlu difollow –up,karena punya potensi menimbulkan persoalan – persoalan yang  tidak diinginkan,”tegasnya.

Ia mencontohkan, tanah wakaf di Manggarai Barat yang luasnya 100 Ha dan kini tinggal 60 Ha serta  tanah hak milik kampus Muhammadiyah di Liliba  yang saat ini berkurang luasnya.

Ketua Kanwil Pertanahan NTT, Yosias Benyamin Lona pada kesempatan tersebut menjelaskan ,  solusi atas tanah – tanah milik Muhammadiyah  NTT yang masih nganggur. , tidak hanya harus menguasai secara administrasi surat, tetapi harus juga menguasai urat.  “Dimana ada persoalan – persoalan  sosial atas tanah muhamadiyah di masyarakat walaupun sudah punya legalitas yang jelas, harus mengambil jalan musyawarah disertai mediasi dari kedua belah pihak untuk menghindari konflik,” jelasnya.

Menurutnya, setiap wilayah berbeda – beda peraturannya, misalnya di Bali tempat ibadah tidak boleh lebih tinggi dari bangunan lain. Di NTT  masalah pembangunan rumah lebih diutamakan dari pada bangunan lainnya. “Jangan menugu terjadi persoalan baru diselesaikan paling tidak semua tanah Muhamadiyah  harus diurus jelas Status kepemilikan,”pintanya.

Secara terpisah Majelis wakaf Pimpinan Wilayah Muhammadiyah NTT ,Syaiful Amalo ditemui di zonalinenews menjelaskan di Kota Kupang sendiri Muhamadiyah memiliki 6 tanah yang masih dipersoalkan,  belum lagi ditambah di kabupaten/kota se-NTT kurang lebih berkisar  20 yang bermasalah  (*Marzuki)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Momen Petugas Medis IGD RSUD Menia Sabu Raijua Kelelahan Saat Kerja Viral di Media Sosial
Hari Ini, Sebanyak 428 Siswa di Kota Kupang Ikut UN Paket C
Awang Notoprawiro adalah Sosok yang Konsisten, Tulus, Jujur dan Tegas
Tragedi Berdarah di Depan Unkris Kupang, Polisi Tetapkan Dua Orang Tersangka Baru
HUTAN DIRUSAK MENGAPA KEHUTANAN ” DIAM ” SAJA.
Surat Terbuka Tokoh Muda Atas Pengrusakan Hutan Lindung di Kecamatan Liae
Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Kris Baitanu Resmi Dikukuhkan Jadi Ketua AMK
Miris Hutan Lindung di Kecamatan Liae Mulai dirusak
Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Nama Lain Dalam Peristiwa Berdarah di Depan Unkris Kupang
Mako Polres Sabu Raijua Diresmikan Kapolda NTT
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 28 September 2023 - 20:59

Awang Notoprawiro adalah Sosok yang Konsisten, Tulus, Jujur dan Tegas

Kamis, 28 September 2023 - 20:43

Tragedi Berdarah di Depan Unkris Kupang, Polisi Tetapkan Dua Orang Tersangka Baru

Kamis, 28 September 2023 - 18:27

HUTAN DIRUSAK MENGAPA KEHUTANAN ” DIAM ” SAJA.

Senin, 25 September 2023 - 19:31

Surat Terbuka Tokoh Muda Atas Pengrusakan Hutan Lindung di Kecamatan Liae

Sabtu, 23 September 2023 - 19:31

Wakil Ketua DPRD Kota Kupang Kris Baitanu Resmi Dikukuhkan Jadi Ketua AMK

Sabtu, 23 September 2023 - 16:39

Kuasa Hukum Minta Polisi Usut Nama Lain Dalam Peristiwa Berdarah di Depan Unkris Kupang

Jumat, 22 September 2023 - 10:08

Mako Polres Sabu Raijua Diresmikan Kapolda NTT

Rabu, 20 September 2023 - 20:27

Diduga Terjadi Mark – Up Kenaikan Tunjangan Tranportasi dan Sewa Rumah Dinas Bagi 37 Anggota DPRD Kota Kupang

Berita Terbaru

Ketua PAN NTT Awang Notoprawiro

Nusa Tenggara Timur

Awang Notoprawiro adalah Sosok yang Konsisten, Tulus, Jujur dan Tegas

Kamis, 28 Sep 2023 - 20:59

Nusa Tenggara Timur

HUTAN DIRUSAK MENGAPA KEHUTANAN ” DIAM ” SAJA.

Kamis, 28 Sep 2023 - 18:27