1500 PEOPLE IN MASS PEDOA Sabu Raijua

- Reporter

Kamis, 15 Agustus 2013 - 12:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews-Sabu. 1500 people with custom pakian shabu together doing traditional dances in menia Raijua Sabu, the activities carried out in 2013 in the district dragons sail Raijua Sabu. It diungkapkanan Welcoming Committee Chairman Sail Komodo Sabu Raijua Alexander Nawa district.
Menurutu Alexander Nawa committee was deliberately engage people because this activity has not previously been carried out, both in the traditional ceremonial activities in Sabu Raijua and in the presentation for the sake of tourism, so it plans to report to the Indonesian Record Museum (MURI).

FOTO PEDOA MASAL 1500 ORANG

Alaxander added that it plans to report to the Indonesian Record Museum (MURI) when no representative in the province of East Nusa Tenggara or directly report to the MURI in Jakarta that have implemented mass pedoa activities involving 1500 people in the district in the activities of methamphetamine Raijua dragons sail year this 2013.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

other than that according to Padoa dance Alaxander also done so that people in the district can appreciate the art of methamphetamine Raijua own culture especially those who brought the dance is a student elementary school, junior high school and high school so his hope that the participants could still preserve the culture inherited by the ancestors of the Raijua methamphetamine and continue to do modifications in terms of quality and quantity is higher because pedoa a cultural heritage that it wanted shabu Raijua future can have a high value as a tourism asset Raijua Sabu district.

Alexander was disappointed by the absence of other participants sail dragons are caused by the lack of information given to participants sail dragons that Raijua methamphetamine in the district there are many activities waiting to be shown to the tourists is causing the lack of interest of the participants sail dragons to stop in county meth Raijua . whereas it shall if there is good information conveyed by the event organizer in Kupang, so travelers visiting Raijua Sabu.

Meanwhile separately Standards Section Head of Culture and Tourism at the Department of Tourism and Culture of NTT, Jhony Rohi who also attended dragons sail monitor activities in the district in 2013 when asked to comment Sabu Raijua related recognition of some tourists who say that there is no information at all is given by the organizers of activities in Kupang, admitted that he did not know the progress of the implementation of advanced sail in Kupang.

John said he did not personally understand why people who have left the sail dragons Rote Ndao not come and methamphetamine Raijua mapir district, this is a homework organizer for all parties to try to collaboratively and comprehensively integrate existing package tourism destination for more raised the potential that there is to be known by the tourists because of its tourists do not want to be tied so that if there is good information delivered to the tourists of course they will be keen to go to that location. (* Isto)

Indonesian Version

1500 ORANG PEDOA MASAL DI SABU RAIJUA

Zonalinenews- Sabu. 1500 orang dengan pakian adat sabu bersama-sama melakukan  tarian adat di menia  Sabu Raijua , kegiatan tersebut dilakukan dalam sail komodo 2013 di kabupaten Sabu Raijua. Hal itu diungkapkanan Ketua Panitia Penyambutan Sail Komodo Kabupaten Sabu Raijua Alexander Nawa .
Menurutu Alexander  Nawa panitia memang sengaja melibatkan orang karena  sebelumnya  belum pernah kegiatan ini dilaksanakan, baik dalam kegiatan seremonial adat di Sabu Raijua maupun dalam penyajian untuk kepentingan pariwisata , sehingga pihaknya berencana akan melaporkan kepada pihak Museum Rekor Indonesia (MURI) .

Alaxander menambahkan,  pihaknya berencana akan melaporkan kepada pihak Museum Rekor Indonesia (MURI) bilamana ada perwakilannya di Provinsi Nusa Tenggara Timur atau langsung melaporkan ke pihak MURI di jakarta bahwa telah terlaksana kegiatan pedoa masal yang melibatkan 1500 orang di kabupaten sabu raijua dalam kegiatan sail komodo tahun 2013 ini.

selain itu menurut alaxander  tarian padoa  juga dilakukan agar masyarakat yang ada di kabupaten sabu raijua bisa menghargai seni budayanya sendiri apalagi peserta yang membawakan tarian tersebut merupakan siswa Sekolah dasar, sekolah menengah pertama dan sekolah menengah atas sehingga harapannya agar peserta tersebut bisa tetap melestarikan kebudayaan yang diwariskan oleh nenek moyang orang sabu raijua tersebut serta terus melakukan modifikasi dari segi mutu dan jumlah yang lebih besar lagi karena pedoa merupakan warisan budaya sabu raijua yang pihaknya inginkan kedepan bisa memiliki nilai yang tinggi sebagai aset pariwisata di kabupaten Sabu Raijua.

Alexander  kecewa dengan ketidakhadiran peserta sail komodo lainnya yang diakibatkan karena tidak adanya informasi yang diberikan kepada peserta sail komodo bahwa di kabupaten sabu raijua  terdapat  berbagai kegiatan yang menanti untuk ditampilkan kepada para wisatawan tersebut sehingga mengakibatkan kurangnya minat dari peserta sail komodo tersebut untuk menyinggahi kabupaten sabu raijua  .padahal seharunya jika ada informasi yang baik yang disampaikan oleh event organiser di kupang sehingga wisatawan  mengunjungi  Sabu Raijua.

Sementara itu secara terpisah Kepala Seksi Standarisasi Kebudayaan dan Pariwisata pada Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi NTT,  Jhony Rohi yang juga turut hadir memantau kegiatan sail komodo 2013 di Kabupaten Sabu Raijua saat  dimintai komentarnya terkait pengakuan beberapa turis yang mengatakan bahwa tidak ada informasi sedikit pun yang diberikan oleh pihak penyelenggara kegiatan di kupang mengaku bahwa dirinya juga tidak mengetahui  perkembangan lanjutan pelaksanaan kegiatan sail di kupang .

Secara pribadi Jhon mengaku tidak mengerti alasan peserta sail komodo yang telah meninggalkan  kabupaten rote ndao tidak datang dan mapir di kabupaten sabu raijua , hal ini merupakan pekerjaan rumah bagi semua pihak penyelenggara kegiatan untuk mencoba secara kolaboratif dan komperhensif untuk memadukan paket destinasi wisata yang ada untuk lebih mengangkat potensi-potensi yang ada agar bisa diketahui oleh para turis karena turis sifatnya tidak mau terikat sehingga jika ada informasi yang baik yang disampaikan kepada para turis tentu mereka akan tertarik untuk mendatangi lokasi tersebut.(*Isto)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Fatumnasi, Politeknik Negeri Kupang Latih Warga Pasarkan Produk Unggulan
Menikmati Taman AgroWisata Kirye
Lembata Hill’s Spot Pariwisata di Puncak Lusikawak
Ini Pesan Kapolda NTT Saat Memimpin Apel di DPSP Labuan Bajo
Kaka Slank dan Istri Berlibur di Danau Kelimutu Ende
Direktorat Pemasaran Pariwisata Regional I Gelar FGD Strategi Reaktivitas Pariwisata Nusantara
Wisata Embung Boelanboong, Prodak Jadi Bumdes Kita
Pemkab Lembata MOU dengan Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores
Berita ini 0 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Selasa, 16 April 2024 - 20:24

Target 30-45 Ribu KTP, Djainudin Lonek Yakin Lolos Pintu Independen di Pilkada Kota Kupang

Selasa, 16 April 2024 - 17:45

Usai Rakerwil Perdana, Forum Pemuda NTT Rencana Mendirikan Koperasi

Selasa, 9 April 2024 - 20:35

Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Jumat, 5 April 2024 - 00:34

Deputi Bidang Pengendalian Penduduk BKKBN Tinjau Pelayan di Puskesmas Induk Oepoi

Kamis, 4 April 2024 - 21:50

Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT

Kamis, 4 April 2024 - 20:34

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak

Kamis, 4 April 2024 - 16:59

Plt Kenkamenag Alor Buka Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi