1000 Ekor Sapi Di Tahan Balai Karantina NTT Pengusaha Ternak Merugi

- Reporter

Minggu, 21 September 2014 - 11:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Zonalinenews-Kupang ,-  Sebanyak 1000 ekor sapi dari tujuh perusahaan peternakan yang hingga saat ini masih tertahan di Balai Karantina Pertanian Kelas I Kupang karena kuota SK Pengiriman ternak telah dinyatakan habis. Hal ini berakibat pada kerugian yang dialami oleh pengusaha karena pembiayaan pakan ternak yang tergolong mahal.  Demikian diungkapakan Salah satu pengawal sapi, Anis Laka sabtu 20 September 2014.

ternak sapi

Menurutnya , kawanan sapi ini telah tertahan di karantina lebih dari seminggu. Sehinga dirinya  merasa kesulitan untuk menyediakan pakan bagi sapi-sapi tersebut. “Harga satu ikat rumput kering yakni Rp 2.500, sapi yang ada di Karantina semakin menumpuk dan tak kunjung dikirim. Sapi yang di balai Karantinan berasal dari tujuh perusahaan ternak, sedangkan untuk pakan sapi, satu perusahaan harus mengeluarkan biaya sebanyak Rp 4-5 juta,”jelasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu pengusaha ternak, Silvester Lay menambahkan pihaknya segera melakukan pengiriman sapi karena permintaan yang cukup tinggi dari sejumlah daerah, terutama menyambut datangnya hari raya kurban pada Tanggal 5 Oktober 2014 mendatang. “Banyak daerah yang telah meminta kuota sapi untuk segera dikirimkan, namun permasalahan kehabisan kuota sapi ini yang menghambat semuanya.

Lebih Lanjut ia manambahkan,  Alasan pemerintah tersebut tidak masuk akal, kalau bertahan di karantikana dan belum juga dikirim pihaknya  akan merugi , karena itu  dirinya menduga adanya kepentingan politik dalam pengiriman kuota sapi sehingga semuanya terhambat.

Sementara itu Pemerintah Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2014  mengklaim  kuota perdagangan sapi antarpulau yang telah disetujui meningkat 1.000 ekor dibandingkan tahun 2013 lalu yang mencapai 52.000 ekor.

Namun, angka itu kata Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Frans Lebu Raya di Jakarta Rabu 19 Februari 2014. belum termasuk kuota perdagangan kerbau sebanyak 6.000 ekor dan kuda sebanyak 5.000 ekor.“Ternak tersebut akan diantarpulaukan ke tiga provinsi yaitu DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Kalimatan Timur.

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan NTT Thobias Uly mengatakan, populasi ternak besar seperti sapi, kuda, dan kerbau di Nusa Tenggara Timur hanya kabupaten yang tersebar di tiga pulau yakni Timor, Rote, dan Sumba.

“Berdasarkan surat keputusan tersebut, ditetapkan kuota pengantarpulauan ternak per kabupaten dengan jumlah bervariasi sesuai tingkat populasi yang ada untuk menjaga keseimbangan,” ujarnya.

Untuk Kabupaten Kupang misalnya hanya diperbolehkan menjual hingga 10.000 ekor, Timor Tengah Selatan 11.600 ekor, Timor Tengah Utara 7.000 ekor, Belu 4.700 ekor, Malaka 4.000 ekor, Rote Ndao 3.000 ekor, dan Sumba Timur 4.000 ekor. (Sumber http://citraindonesia.com/ntt-klaim-kuota-perdagangan-sapi-meningkat-di-2014/)

Dikatakannya ,pemerintah Provinsi NTT akan secara bertahap akan mengurangi pengiriman ternak hidup. Sebagia gantinya pemerintah akan mengirim daging segar yang higienes dan halal.

“Pemerintah akan membangun Rumah Potong Hewan (RPH) di Kupang dan Sumba Timur guna mendukung kebijakan tersebut dengan menggandeng investor bidang peternakan,” katanya. (*rusdy)

 

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak
Dukung UMKM Kaum Muda di Kota Kupang, Standard Chartered dan Plan Indonesia Gelar Business Meet Up Event
Pengembangan Jaringan Indosat di NTT Mengalami Peningkatan 3,7 Kali Lipat
Sebanyak 200 Warga Kurang Mampu di Kabupaten Flotim Dapat Bantuan Listrik Gratis Dari PLN NTT
KAI Commuter Terus Lakukan Inovasi Sistem Keamanan Bagi Penumpang
Melianus Atakay SST, MT Mengucapkan Selamat Idul Fitri 1444 Hijriah
Polres Alor tetapkan SS sebagai Tersangka Kasus Penganiayaan Ketua DPRD Kabupaten Alor
Dilaporkan Dugaan Tindak Pidana Pencurian, Sekwan Alor Klarifikasi Pengambilan Mobil Dinas Sesuai Aturan
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 9 April 2024 - 20:35

Pimpinan dan Anggota Beserta Seluruh Staf DPRD Kota Kupang Mangucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1445 Hijrah

Jumat, 5 April 2024 - 20:53

Jelang Hari Raya Idul Fitri 1445 H, Lapas Perempuan Kupang Tingkatkan Pengawasan

Jumat, 5 April 2024 - 17:13

Pawai Kupang Bertakbir akan Dilaksanakan Selasa 9 April 2024

Kamis, 4 April 2024 - 21:50

Pemprov NTT dan BKKBN Bangun Komitmen Bersama Untuk Kurangi Stunting di NTT

Kamis, 4 April 2024 - 20:34

Program Bangga Kencana Bukan Pemerintah Membatasi Hak Warga Untuk Memiliki Anak

Kamis, 4 April 2024 - 16:59

Plt Kenkamenag Alor Buka Musyawarah Guru Mata Pelajaran

Sabtu, 30 Maret 2024 - 20:33

2 April 2024 Besok Arus Lalu Lintas di Jembatan Ditutup Sementara, Ini Alasannya

Kamis, 28 Maret 2024 - 16:34

Pria Paruh Baya Warga Mebba Sabu Barat Ditemukan Tewas Gantung Diri

Berita Terbaru

Slot Gacor Gampang Menang Dengan RTP Live Tertinggi